We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Life Is A Game

Life Is A Game

  • WpView
    Reads 384
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 22, 2018
WpInfo
Fiction
Fantasy
Kagawa Kazuhiko menjalani kehidupannya dengan penuh suram dan sunyi sepi. Ianya bagaikan berada di sebuah penjara di tengah-tengah bandar yang dipenuhi orang. Kagawa merasakan dirinya seperti hantu. Dia menghilangkan rasa kesunyiannya dengan bermain permainan video. Pada suatu hari, Kagawa menjumpai sebuah game di dalam telefon bimbitnya. Apabila dia membuka game tersebut, dia telah disedut masuk ke dalam game tersebut. Adakah Kagawa dapat keluar daripada game tersebut? Siapakah yang menghantar game ini ke dalam telefon bimbit Kagawa? Dapatkah game ini mengubah hidupnya yang suram itu?
All Rights Reserved
#191
action
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TOPENG
  • Dragon's✔️
  •  [C] I'm Fine, Hes Gigolo [Exo Kai]
  • Cinta Milik Bidadari Sesempurna Dia [C]
  • 𝙈𝙮 𝙋𝙮𝙨𝙘𝙝𝙤 𝙎𝙩𝙪𝙙𝙚𝙣𝙩𝙨
  • ⭐Story About Her✔
  • Ryu Kazuya [COMPLETED]
  • Cafe Girl &  Mr. Mafia
  • THE LAST PULSE | SLOW UPDATE
TOPENG

Di sebalik topeng berwajah senyum itu.... Tersembunyi sejuta memori gembira, ngeri, bahagia dan juga derita yang sering menghantui hidupnya. Segala keperitan hidup hanya dia yang tahu. Tekanan hidup, penyeksaan dan depresi yang dialaminya sejak kecil perlahan-lahan membentuk dendam kesumat yang tiada akhirnya. Bermula dengan ibu bapanya sendiri, Ariel terus memburu manusia lain yang dirasakannya melakukan satu kesalahan berat dan akan menghukum mereka. Baginya setiap orang yang melakukan kesalahan harus dihukum. Ya, harus! "Well, Mr. Fadli, I think I've been watching you commiting adultery for long enough and I'm so done with you. Rest in pieces!" Zap! Samurai yang dipegangnya dilibas tepat ke leher Fadli. Kepala yang sudah terpisah dari jasad itu pula bergolek-golek ke arah kaki Ariel. Spontan, kaki Ariel menyepak kepala akauntan muda itu seperti sedang melakukan free kick dalam bola sepak. Langkah kakinya diatur pergi dari situ, meninggalkan lantai yang berlumuran darah dan juga jasad tanpa kepala. Redakah dendam Ariel dengan terus-terusan memburu umat manusia? "I am everywhere, and I am watching you now, waiting for the right time to judge you."- Ariel

More details
WpActionLinkContent Guidelines