She Believes Him

She Believes Him

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 21, 2018
Andhita Shanindera, seorang wanita yang menemukan kehidupan baru nya di SMA BAKTI JAYA. Hidupnya menjadi lebih berharga, setelah seorang anak laki- laki datang ke hidupnya. Ya, Emilio. Lelaki yang ternyata tetangga Dhita, rumah nya tepat di depan rumah Dhita. Dhita memulai hidup nya yang hari-hari nya di isi oleh Emilio. Dhita, tidak suka di ganggu. Dan emilio adalah orang yang selalu mengganggu Dhita.
All Rights Reserved
#14
fungirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • VIVIAN'S STORY (COMPLETE)✓✓
  • We Are One
  • ELGITA  (TERBIT)
  • Algeta Story's(Completed)
  • Sakura Lovers (COMPLETED) 🔚
  • BULAN [Selesai]
  • He's Rega
  • Story Of My Life ✔
  • ANINDHITA

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines