Kepingan - Kepingan Masa Lalu

Kepingan - Kepingan Masa Lalu

  • WpView
    Leituras 19
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, nov 20, 2018
[Masih penulis amatir] Sang kakak yang memiliki cita" untuk bersatu dengan kekasih masalalunya dan dua orang adiknya yang selau membantu apapun kemauan kakaknya tersebut. Tetapi, takdir berkata lain kakak beradik yang dulunya selalu akur tiba - tiba bermusuhan, dikarenakan seorang lelaki yang dulu pernah hadir di kehidupan masalalu kakaknya kembali datang dan hadir menghantui diri sang kakak. Sang adik paling muda yang bisa membantu kakaknya yang paling tertua untuk melupakan masa Lalunya. Akankah sang kakak bisa melupakan sosok yang pernah hadir d kehidupan masalalunya ?, atau malah sebaliknya? Baca aja langsung yuk...... #Darifikiransendiri #masalalu
Todos os Direitos Reservados
#66
keegoisan
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Rumah Kedua
  • Cakra's Last Embrace. | End |
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • Bukan Sekedar Pelampiasan Amarah.
  • Dear L - Blue and Gray: Thank You
  • " To Love ,To Lose "
  • KHALILA AND OTHERS
  • What Happened to Perfect
  • SAGARARUNA (TERBIT)

Sebuah keluarga yang terpukul kehilangan ganda akibat penyakit langka, menemukan kembali kekuatan dan kebahagiaan melalui warisan sebuah toko buku, Senja Kata, dan pesan cinta abadi. - - - - Latar Belakang Luna: Luna (21 tahun), anak dari orang tua bercerai, hidup mandiri di rumah nenek sejak usia 12, lalu sendirian setelah nenek meninggal di usia 19. Dirawat Bunda Citra (ibu tiri) sejak usia 14. Terlahir dengan penyakit UVM (Pendarahan Otak) yang ia sembunyikan bertahun-tahun. Meninggal dunia di usia 21 karena penyakitnya. Kehilangan Bunda Citra: Satu tahun setelah kepergian Luna, Bunda Citra, pengelola toko buku Senja Kata (impian Luna), mulai menunjukkan gejala penyakit yang sama. Ia merahasiakan kondisi parahnya (sisa umur satu minggu) dari anak-anak, hanya Ayah Ari yang tahu. Bunda Citra menyiapkan surat dan hadiah terakhir untuk anak-anak. Menghabiskan minggu terakhir dengan menciptakan kenangan indah bersama keluarga. Pesan dan Warisan: Bunda Citra meninggal dunia dan dimakamkan di samping Luna. Ayah Ari mendapat petunjuk dari mimpi untuk mengizinkan anak-anak membuka amplop dan menemukan hadiah. Anak-anak (Bintang, Nara, Raka) membaca pesan terakhir penuh cinta dan menemukan hadiah-hadiah dari Bunda. Keluarga bersatu kembali, menemukan kekuatan dalam pesan dan warisan Bunda Citra dan Luna, bertekad melanjutkan Senja Kata sebagai monumen cinta dan harapan.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo