Ruang Penantian

Ruang Penantian

  • WpView
    Reads 1,337
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadMatureOngoing2h 53m
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 25, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Dalam satu waktu di hidup kita mungkin memang tak pernah ada seorangpun yang pernah mengisi hati dengan lama, serasa semuanya hanya sementara, datang dengan cinta, lalu pergi mengungkap tanya. Tak pernah ada cerita-cerita yang usai, sampai akhirnya menemukan seseorang yang mengukir asa bak selamanya. Seseorang yang kita temui dalam ketidaktahuan, di selimuti nama persahabatan, berujung saling kehilangan. Setelah semencoba apapun untuk membuka hati, tapi tak ada yang jauh lebih berarti lagi, hingga akhirnya terputuskan hanya melupakan semuanya dengan memperbaiki diri. Meninggalkannya, melupakannya, dengan kembali pada-Nya, mengingat-Nya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jangan Berpaling Dariku
  • Shinjitsu No Koi
  • KAMU KU
  • The Old Love
  • Nyangga
  • KISAH TENTANG PERJALANAN HIDUP
  • Seuntai Tasbih
  • Seteguh Kasih Kita (C)
  • Ranjang sahabatku

Berkahwin dengan lelaki yang dia cinta merupakan impian dalam hidup Aina. Bahagia... itu yang dia mahu bersama Benjamin. " Sampah apa yang kau bagi pada aku ni?" kasar suara Benjamin menyoal. Aina mengambil dokumen yang dilemparkan Benjamin di atas meja lalu dia membelek sekali lagi. Rasanya tiada kesilapan yang dia lakukan kerana dia telah menyemak berkali-kali sebelum menghantarnya kepada Benjamin. " Erk... ini kan dokumen yang Encik Benjamin suruh saya buat." Aina membalas perlahan. Dan dia rasa ingin menampar mulut sendiri kerana menjawab. " Ini bukan dokumen yang aku suruh kau buat tapi ini sampah! Benda macam ni patut masuk dalam tong sampah, bukan kat atas meja aku!" Benjamin membentak kuat. Namun hidupnya seakan tercampak ke dalam lembah kedukaan bila Benjamin sering menolaknya jauh dari sisi. Bertahan atau mengalah... apa yang harus dia lakukan? Dibenci suami sendiri, sanggupkah Aina bertahan di sisi Benjamin?

More details
WpActionLinkContent Guidelines