Qoutes Cinta Dan Rindu I

Qoutes Cinta Dan Rindu I

  • WpView
    Reads 17,410
  • WpVote
    Votes 566
  • WpPart
    Parts 200
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 14, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Saling cinta, tapi musti kucing-kucingan dulu. Saling rindu, tapi musti mencari sempat disempit waktu. Sudah ada sejak dulu. Jangan menghakimi orang yang sedang dirundung cinta. Suatu waktu, Sampeyan juga mengalaminya.
All Rights Reserved
#281
katakata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Daily Quotes
  • Rintik Rindu
  • π…π‘πˆπ„ππƒπ™πŽππ„ 𝟐 [𝐄𝐍𝐃]
  • ZEEDIEN  [End]
  • Seventeen
  • Gus Abizar
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • baby boy
  • Kamu Milikku (Lengkap)

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines