Story cover for LAST by bianglala_la
LAST
  • WpView
    LECTURAS 25
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 25
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado oct 22, 2018
Aku mengenalnya diakhiri semester kelas 7 SMP. Itu pun karena sahabatku berteman dengannya, jadi aku tuh dikenalin sama sahabatku. Lebih tepatnya aku maksa sababatku untuk ngenalin aku dengan teman barunya. Mentang-mentang punya teman baru, aku dicuekin. Aku kesal, seperti apa sih teman barunya. 

"Ka, kenalin nih sahabatku" akhirnya Aya mengenalkan aku padanya.

"Hai... Jika" aku mengulurkan tangan padanya satelah Aya menyikut lenganku, tidak lupa aku tersenyum ramah, meskipun aku kesal.

"Aka" dia menerima uluran tanganku tanpa membalas senyumku tapi malah langsung memalingkan wajahnya. 

Sombong, ya itu kesan pertama yang aku terima darinya. 

_Jika 

Aku gak sengaja kenal sama dia. Namanya Jika, sahabat dari teman baruku Aya. Saat itu aku dan Aya sedang asik membicarakan salah satu novel Tere Liye di taman baca sekolah. Tiba-tiba ada yang meneriakkan nama Aya. Hal itu membuat anak-anak yang ada di taman menengok ke sumber suara, sedangkan Aya hanya menggelengkan kepalanya. Dia menarik lengan Aya yang duduk di depan ku. 

"Ooh ini temen barumu yang sukses bikin kamu cuekin aku?" 

"Apaan sih ay, dateng-dateng bawa muka jutek. Emang kapan aku cuek sama kamu" 

"Barusan. Kamu gak mau kenalin aku sama dia?" 

Samar-samar aku mendengar percakapan mereka yang membelakangiku. Dia meminta Aya agar mengenalkan dirinya padaku. Sampai sekarang aku masih mengingat bagaimana dia mengenalkan dirinya.

"Hai... Jika" dia mengulurkan tangannya kepadaku tidak lupa memberikan senyum manis. Menampakan lesung pipinya. 

"Aka" aku menerima uluran tangannya. Melihat dia tersenyum, hatiku berdebar jadi langsung saja aku memalingkan wajah darinya. 

Tidak disangka debaran itu bertahan sangat lama, tidak sedikitpun melebur dari hatiku. 

_Prakasa Samudra
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir LAST a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#447like
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
AL AL GANG [Complicated] de rtnkrtsr
34 partes Concluida
Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.
Kuas,Cat dan Cinta de riskairmayadi
11 partes Concluida
Aku bertemu degannya lagi. Ini sudah lama sekali, cukup lama untuk membuatku canggung untuk menyapanya. Sepuluh tahun yang lalu, aku gadis berkucir dua, dia anak yang berkaca mata. Sepuluh tahun yang lalu, aku adalah orang yang tidak memperhatikan wajahnya dengan teliti dan sekarang aku menyadari bahwa dia adalah pemuda yang tampan dengan mata yang menarik di balik kaca matanya itu. "Hallo !!" sapaku padanya. Dia menatapku dengan kening berkerut. Aku menjadi lebih canggung lagi karena dia tidak mengenaliku. Aku bukan gadis menarik, aku juga bukan gadis yang pandai mengawali pembicaraan ataupun mengakhirinya. Kalaupun dia mengenali aku, mungkin dia akan pura-pura lupa. "Hallo !" balasnya kemudian dengan senyum yang canggung. "Apa kau masih mengingatku ?" tanyaku dengan tatapan menyelidik ke arahnya. Hujan sore ini menahan dia, aku dan beberapa orang lainnya di depan toko yang tidak kutemukan papan namanya. Aku pindah dari kota ini ke luar negeri sepuluh tahun yang lalu tapi sekarang aku kembali dan temanku tidak mengenaliku lagi. "Kau siapa ?" dia balik bertanya dengan nada yang canggung ke arahku. Sudah kuduga, dia lupa tentangku. Aku menatap sekeliling, aku pasti akan terlihat sangat lucu sekarang. "Aku bukan siapa-siapa, lupakan saja" jawabku dengan santai lalu kuakhiri dengan senyum kecil. Aku lebih suka cara ini, aku tidak akan memaksakan seorang yang tidak lagi mengingatku untuk mengenalimu. Aku lebih butuh seseorang yang akan mengatakan hallo bersamaan denganku karena itu berarti kami saling mengingat. Aku menatap ke langit lagi, hujannya masih belum berhenti tapi aku menjadi orang yang pertama meninggalkan tempat ini.
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
AL AL GANG [Complicated] cover
Melody Arthadiesa cover
Kelas A [End] cover
Puisi Kegagalan cover
Walk On Major cover
LABIRIN TAKDIR cover
Kuas,Cat dan Cinta cover
Why Friend? cover
Glitch cover

AL AL GANG [Complicated]

34 partes Concluida

Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.