Damn is When I Loved You!

Damn is When I Loved You!

  • WpView
    Reads 1,618
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 8, 2014
Aresa, seorang cewek yang kelihatannya cuek tapi sebenarnya perhatian. Dia paling lemah kalau udah masalah cowok, atau lebih tepatnya gak peka. Prinsip hidupnya adalah 'Gak akan pernah gue biarin seorang cowok pun yang boleh dan bisa bikin gue nangis.', tapi ada suatu hal yang membuat Resa akhirnya lupa akan prinsipnya. Dan Randy, dia adalah teman cowok Aresa satu-satunya saat ini. Cowok yang nyebelin, tapi sebenarnya ngangenin. Sedangkan Dinda, entahlah.. kalian bisa membacanya sendiri nanti... aku bahkan malas untuk menjelaskan siapa perempuan itu.. Happy reading :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hurt Girl! (Completed)
  • Listen To Your Heart
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • Cinta yang Tertukar
  • The Cool & Possesive Kakel
  • Cinta Itu Buta? Memang!
  • Turning Up
  • Dejarte
  • Terjebak di Ruang Hampa
  • RESYA STORY'S

🚫PERINGATAN! CERITA INI MENGURAS EMOSI🚫 [TELAH TERBIT]✓ LENGKAP✓ Utamakan Follow sebelum baca😑 # Sasha sudah benar-benar kesal dengan tingkah bodoh nya Arsen, sehingga amarah nya yang sudah ia tahan sejak lama pun kini tidak bisa ia tahan lagi. "Kamu pilih aku atau perempuan jalang itu?" Tanya Sasha dengan nada suaranya yang sedikit tinggi. Seketika rahang Arsen mengeras saat mendengar kata jalang dari mulut Sasha. "JAGA MULUT KAMU!" Teriak Arsen seraya menunjuk kedepan wajah Sasha. Sasha tersenyum miring. Walau sebenarnya ia merasakan sesak didalam hatinya. "Dan asal lo tau, dia itu baik. Lebih baik dari pada lo!" Lanjut Arsen dengan tegas. Tubuh Sasha tiba-tiba mematung. Apa yang diucapkan Arsen benar-benar melukai hatinya. Karena Arsen telah membandingkan kekasihnya sendiri dengan wanita lain. "Dan satu lagi, dia itu bukan perempuan jalang!" Ucap Arsen. Sasha yang dari tadi hanya diam membisu, kini ia membuka suara. "Lalu, kalo dia bukan jalang apa? Perempuan yang gak punya hati kaya dia pantasnya disebut apa? Pelakor? Atau perebut kebahagiaan orang?" Tanya Sasha dengan nada suaranya yang meninggi. Plak. Arsen menampar pipi Sasha dengan keras. Sehingga Sasha pun merasakan panas dicampur rasa sakit dipipinya. Tubuhnya bergetar, air matanya menetes. Ia memegang pipinya yang memerah itu. Ia menatap Arsen lekat, ia benar-benar tidak percaya jika Arsen melakukan itu pada dirinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines