Callate
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 3, 2018
Tidak semua benci itu bisa jadi cinta.Tapi juga tidak semua cinta berakhir benci.Bagiku,kembali lagi dengan seseorang di masa lalu itu tidak menjadi sebuah masalah,hanya saja jalan ceritanya memulai lagi dari awal. Ini bukan tentang berubahnya perasaan benci menjadi cinta.Bukan juga tentang rasa cinta berubah menjadi benci. Tapi ini tentang dua remaja,yg di pertemukan dengan cara yang berbeda.Entah itu awal dari kisah kebencian mereka atau malah awal kisah dari kenyamanan mereka. "Aku mohon jangan bangunkan jika ini mimpi".... Hai..... SELAMAT DATANG DI CERITA INI🤗.Pertama,karna cerita ini masih baru tentunya masih banyak kesalahan kata dan alur yang nggak sesuai.Kedua,seperti yg kalian tau aku masih pemula jadi harap di maklumin.Dan yg terakhur Cus...cusss langsung baca aja deh👉👉
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Hyuka
  • DEFAN DIMASA SMA
  • Lost feeling
  • KEAURIGA
  • TAKDIR TAK TERDUGA (on going)
  • False Hopes
  • 7 boys with 7 girl
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )

Dua remaja. Dua keyakinan. Satu perasaan yang tumbuh diam-diam... lalu meledak diam-diam. Di balik tatapan mata yang saling mencari, ada rahasia yang tak bisa diucap. Di antara langkah-langkah mereka yang tampak biasa, ada jalan terjal yang tak terlihat oleh siapa pun. Ini bukan kisah cinta biasa. Jere dan Wulan dipertemukan oleh sesuatu yang tak bisa dijelaskan, namun dipisahkan oleh kenyataan yang terlalu jelas untuk diabaikan. Mereka mencoba melawan-kadang dengan keberanian, kadang hanya dengan harapan. Tapi semakin mereka mendekat, dunia seperti menarik mereka menjauh. Setiap pertemuan menyimpan luka tersembunyi. Setiap keputusan menyisakan jejak yang tak kasat mata. Mereka saling mencintai, tapi juga saling menyakiti... karena cinta mereka berjalan di tepi jurang yang rapuh. Dan yang paling misterius dari semuanya: Apakah perasaan itu nyata? Atau hanya bayangan dari sesuatu yang pernah mereka miliki-dan sudah lama pergi? Di balik setiap dialog, setiap diam, setiap janji yang tak pernah selesai diucapkan... ada teka-teki besar: Apakah cinta memang cukup untuk menyatukan dua jiwa yang ditakdirkan berbeda sejak awal? Atau justru cinta-lah yang akhirnya menghancurkan mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines