Cahaya Hijrah

Cahaya Hijrah

  • WpView
    Membaca 1,455
  • WpVote
    Vote 77
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadLengkap Kam, Des 13, 2018
Bersedih itu diperbolehkan, yang dilarang adalah meratap Allahumma ajirni fii mushibatii wakhlufli khoiron minha (Ya Allah kuatkan aku dalam menghadapi musibah yang menimpaku, dan berilah ganti padaku yg lebih baik darinya). Dalam batinnya kini, dalam munajah 'wakhlufli khoiron minha'berilah ganti padaku yang lebih baik darinya bukanlah berharap diberi istri lagi yang lebih baik dari Ning Salika: istrinya yang telah wafat. Ia hanya berharap meski separuh imannya telah hilang secara hissi(pandangan mata), namun semoga imannya menjadi lebih baik secara haqiqat. Semoga hari-harinya bisa lebih ia spesialkan untuk Dzat yang spesial.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#220
santri
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Hukum Cinta [ SELESAI ]
  • Mendadak Ning (Terbit)
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Kau, Ningku! [TERBIT]
  • SEGITIGA CINTA
  • Sesama Santri LH 2
  • Mahardika Raja {On Going}
  • Penantian Terindah [COMPLETED]
  • Cahaya Cinta.
  • Imam untuk Gladysa✓

14 tahun yang lalu, tepat hari meninggalnya Umi Zea beliau adalah istri dari Kyai Ahmad dan ibu dari 2 orang putri dan 1 orang putra l, yang bernama Zahrah Zea Zanitha, Raisya Nur Albirru dan Ameer Faiz. Umi Zea meninggal karena hukuman mati atas kasus pembunuhan pada putranya sendirian. Ning Zahrah tidak percaya bahwa ibunya yang punya gangguan mental, sifatnya yang masih seperti anak kecil mana mungkin bisa membunuh? Namun Kyai Ahmad tetap terus yakin bahwa istrinya itu lah telah membunuh Faiz. Ning Zahrah tumbuh diwilayah pesantren Arafah yang ada dibogor. Ning Zahrah bertekad untuk memberi keadilan pada uminya. Namun, ditengah perjuangannya. Allah mengiriminya sebuah penyakit yang mematikan. Ning Zahrah tetap sabar dan tabah. Bahkan ketika orang yang dicintai oleh Ning Zahrah yaitu Gus Ibnu Dhafi Fayruz Dicintai juga oleh Ning Raisya. " setiap pertemuan pasti ada perpisahan, dia yang memulai dia yang mengakhiri Tanpa ada kata maaf kamu pergi begitu saja, ikhlas adalah jalan yang paling tepat "

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan