Merindu Cahaya Rembulan

Merindu Cahaya Rembulan

  • WpView
    LECTURAS 112
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jun 29, 2020
WpInfo
Ficción
Temas Sociales
Saat Aku tau jika pernikahan ini dilakukan hanya karena sebuah tuntutan tanpa Cinta mungkin aku berpikir dua kali untuk melakukannya. Mungkin kau sangat mencintainya hingga saat menikahi diriku engkau masih belum bisa melupakan dirinya. "Apa arti pernikahan ini untukmu kak? " tanyaku padanya, dari dulu pertanyaan ini terasa keluh saat aku ingin mengucapkannya tapi hari ini aku berusaha melontarkan ucapan itu padanya. "Bagiku ini hanya formalitas, aku hanya ingin memberitahu dia bahwa aku bisa menikahi perempuan yang lebih baik darinya. Tapi, aku salah cintaku padanya sampai sekarang tak bisa meredup." jawabnya dengan suara serak. Aku tau dirinya tak sanggup menjawab pertanyaanku. Tapi ia berusaha untuk jujur. "jadi, aku hanya pengganti dia. Jika begitu aku hanyalah perempuan yang akan terus mengharapkan rembulan." ucapku sambil terus menahan sakit yang selama ini terus kependam, air mataku terus mengalir membasahi pipiku. Dia terpaku dan menatapku dalam. Lalu kulihat diriku sudah dalam pelukannya. "maaf... Aku tak bisa terus menyakiti hatimu." ucapan itu membuatku merasa bahwa aku akan pergi dari kehidupannya. Penasaran dengan kelanjutan cerita Ayana dan Arsya. Baca cerita lengkapnya di Merindu Cahaya Rembulan. Syukron 🙏🙏🙏
Todos los derechos reservados
#315
perpisahan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • My Dear Jannah
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Rohis Love Location #WATTYS2019
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • syanin
  • Lathifa [END]
  • The Perfect Wife For Ilyas
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓

[TERSEDIA DI GRAMEDIA] "Ada senyum dan luka tersaput kain suci." Kain yang selama ini menutupi wajah Aiza terbuka dan secara tidak sengaja terlihat oleh laki-laki yang tidak pantas untuk melihatnya. Melahirkan dua keadaan. Antara musibah, dan anugerah. Tapi ... rasanya, Aiza lebih merasakan kerugian. Aiza tidak tahu. Entah ini ujian atau mungkin ... azab. 🍁🍁🍁 ❤TESTIMONI PEMBACA❤ Dari awal sempat dibuat senyum-senyum sendiri, dibuat ingin marah, pengen nangis. Sungguh teteh author membolak-balikan hati saya. Tapi begitu banyak pelajaran yang saya ambil dari cerita ini. Terima kasih teh untuk changer imannya @Michelia24 ceritanya sangat bagus, saya suka dengan semua yang disampaikan itu sangat memotivasi semua wanita di luar sana, untuk selalu menutup auratnya @KomaruddinTimtim Ceritanya sangat bagus, aku suka. Di setiap chapter aku selalu mengambil pelajaran dari cerita ini, tentang kesabaran, keikhlasan, ketakwaan, bagaimana seharusnya wanita menutup auratnya, bukan mengumbarnya sesuka hati. @bahjatululya Bagus kak ceritanya, jujur jd termotivasi jg sih buat mendalami ilmu islam lagi, jd sadar dan bisa buat intropeksi diri seberapa banyak iman yang kita punya, sejauh mana paham tentang agama yang kita percayai sejak lahir, sedalam apa tentang kekuasaan Allah jg. Terima kasih kak buat ceritanya. @laurentikaa Maraton baca ini dari pagi sampai sore dan kisah ini berhasil bikin aku menangis pilu. 😭😭😭😭 @SeptiyanaShofiyah ---- Start : 25/06/2018 End : 10/09/2018 Copyright© 2018 by JaisiQ

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido