End of friendship

End of friendship

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 23, 2018
BRAKK!!! Suara gebrakan meja oleh tara di salah satu cafe favorit Tara dan arvin. "Pokonya gue harus jadi penulis" Teriak tara dengan wajah serius. Satu detik..dua detik.. tiga detik.. "Arviiiiiin lo dengerin gue kan?" rengekan tara membuat arvin sedikit menoleh dan dengan wajah malas nya dia bilang "Apaan? lo mau bikin cerita kek gimana?" "Gue mau bikin cerita.." "Cewe biasa yang nikah sama orang kaya? supir nikah sama majikan? janin yang tertukar? manusia jadi jadian? ato apaa? gue udah tau isi otak lo yang sempit itu isinya cuman cerita cerita mitos doang gue bosen" Tara diam seribu bahasa karena dia memang berniat menulis cerita seperti itu, dalam pikirannya semua orang akan tergiur dan tertarik dengan cerita orang biasa yang bisa menikah dengan orang yang jauh lebih baik. Tapi- "Hidup gak seindah sinetron ta kalo lo mau jadi penulis, cari cerita yang bagus jangan cerita murahan yang udah di pake sama orang" Tara sudah mengenal arvi sejak lama, mereka sahabat dan semua orang tau itu tapi terkadang orang orang menginginkan mereka memiliki hubungan melebihi "sahabat" "Gue syang sama lo" "Udah tau!" "Gue mau kita pacaran" "Gak!! gue takut putus,ntar lo jaga jarak sama gue" Satu detik..dua detik.. "Kalo gitu, gue mau kita nikah" "Hah?!!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Wedding Story
  • MAUREN (On Going)
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Sudut pandang (felisha)
  • SHADOW ( Selesai)
  • Love Starlight
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • THE CLIMB [Completed]

Another story dari "I have to be STRONG!" “Kalau gitu, lu mau nikah sama gue ga?” Gary bilang apa? Dia kan Cuma tau gue belum menikah, bukan berarti gue tidak punya pacar kan? Walau kenyataannya gue juga belum punya pacar sekarang ini. Oh, mungkin gue salah dengar.  Iya iya, gue pasti salah dengar. Masa tadi gue dengarnya Gary mengajak gue menikah dengannya. Pasti salah dengar! “Gue serius mengajak lu menikah sama gue. Will you?” Yang telinganya rusak di sini pasti bukan gue doang, karena sekarang puluhan pasang mata di kafe ini menatap gue dan Gary! Bahkan ada yang sudah berteriak, “TERIMA... TERIMA... TERIMAAA..." Gue masih menatap Gary tidak percaya! Tapi matanya terus menatap gue seolah menembus ke dalam hati gue! Konyol… gue baru hari ini ketemu dia, dan gue bahkan tidak ingat siapa dia. Mana mungkin gue bisa menjawab pertanyaan seperti itu sekarang ini???! Lagipula, bukankah gue sudah memutuskan dari tahun lalu kalau gue mau menjadi seorang perawan tua seumur hidup gue?

More details
WpActionLinkContent Guidelines