MY BROKEN HOME STORY

MY BROKEN HOME STORY

  • WpView
    LECTURAS 9
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, oct 23, 2018
WpInfo
Ficción
Romance
Cerita yang kutulis saat ini adalah hal yang nyata terjadi padaku. Problems yang harus kulalui membuat diriku terus menerus berpikir, untuk apa Tuhan menyiptakan hari buruk kepadaku? Mulai dari orangtuaku yang memutuskan untuk berpisah, pacarku yang meninggalkanku, teman-teman yang selama ini kuanggap adalah yang terbaik ternyata membahayakan untukku. Semuanya kulalui bertahun-tahun, hidup dalam kesederhanaan, dalam kesepian, kesendirian adalah suatu hal yang semakin biasa bagiku. Nanda, Aurel, Meysha, mereka adalah sahabat-sahabat baruku yang selalu membangkitkan hari-hariku, memperindah waktu-waktuku, membuatku bebas akan keterpurukan hidup, dan bebas akan beban-beban yang selama ini ku lewati hanya dengan mama dan adik kecilku, Ilyas. Serta Ajis yang kini menjadi pengganti Aditya Pratama dalam hidupku, akan selalu bisa membuatku merasakan artinya kenyamanan dan keindahan hidup.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Eliinaa
  • Merindukan senja
  • My New Family
  • Dendam Yang Terpendam
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • ZiAron [END]
  • My Duchess / End
  • Same Story, Still About Family
  • Hilang
  • Serpihan Luka
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido