𝐵𝒶𝓎 𝒶𝓃𝑔 𝐿𝓊𝓇𝓊𝒽 𝒮𝑒𝓁𝒶𝓉𝒶𝓃
Mengangkat berbagai kisah berlatar sejarah, cinta, dan konflik di tanah Jawa Barat, khususnya di wilayah Sumedang dan sekitarnya. Dalam kumpulan ini, kisah-kisah legendaris dan romansa pahit terjalin dengan kuat, menciptakan atmosfer penuh emosi dan drama.
Salah satu cerita sentral menggambarkan terperangkapnya Prabu Geusan Ulun, penguasa Sumedang, dengan Harisbaya, istri Pangeran Girilaya dari Cirebon dalam kisah cinta terlarang. Hubungan asmara ini membawa pada konflik besar yang menghancurkan persahabatan antara Geusan Ulun dan Girilaya, memicu perang antara dua kerajaan. Selain itu, kisah ini menyoroti pengkhianatan, dendam, dan perjuangan mempertahankan cinta sejati, dengan latar belakang pertempuran yang mengubah sejarah kedua kerajaan.
Dalam cerita lain, pembaca dibawa ke masa penjajahan Belanda melalui karakter Pangeran Kornel yang berjuang melawan kebijakan kejam Gubernur Jenderal Daendels. Pembangunan jalan Anyer-Panarukan yang memakan korban jiwa rakyat Sumedang menjadi simbol penindasan kolonial. Pangeran Kornel, bersama rakyatnya, berusaha membebaskan diri dari penderitaan dengan melawan kekuatan kolonial yang brutal.
Selain itu, beberapa cerita dalam kumpulan ini menyuguhkan nuansa mistis dan supranatural, di mana kekuatan gaib seperti siluman dan benda-benda keramat turut berperan dalam menentukan nasib para tokoh. Pertarungan antara kekuasaan, cinta, dan loyalitas disajikan dengan latar yang penuh ketegangan, mulai dari kerajaan Sumedang hingga belantara sejarah Jawa Barat.
Secara keseluruhan, kumpulan cerita ini menampilkan intrik politik, cinta yang berakhir tragis, serta perjuangan melawan penindasan yang membentuk wajah Sumedang dan sekitarnya pada masa lalu.
Cerita-cerita ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menggugah pemikiran tentang moralitas, cinta, dan harga pengkhianatan dalam sejarah lokal.