Sedatar Tembok

Sedatar Tembok

  • WpView
    Reads 531,413
  • WpVote
    Votes 2,836
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 25, 2020
Khusus 18+ !!! Ada beberapa part MENGANDUNG ADEGAN DEWASA!! dedek" gumush melipir rumiyin nggih... :) ----- Mimpi apa Alika tadi malam karna hari ini ia telah resmi menjadi istri dari Bimo Satria Rahardjo, seorang pengusaha kaya, tampan, muda, terkenal dan bertubuh begitu atletis namun memiliki wajah sedatar tembok? Hanya Alika yang menentang pernikahan itu sejak awal, namun akhirnya ia menerima setelah mendengar ketentuan yang diajukan oleh masing-masing pihak. ----- "Apa yang mas tawarin buat jadi suami aku?" tanya Alika. "Apa yang kamu inginkan?" "Kesetiaan." "Baiklah." "Denger, Mas. Jangan harap aku akan mencintai mas Bimo meskipun pernikahan ini tetap terjadi," ucap Alika. "Saya tidak mengharapkan cinta dari mu. Saya hanya ingin kamu menjadi istri saya dan selalu di samping saya. Saya juga akan berperan selayaknya seorang suami." "Baiklah, asalkan mas setia sama aku, aku akan menemani mas bagaimanapun keadaan mas nanti," ucap Alika. ----- Bimo bukanlah pria yang sudi untuk merasakan jatuh cinta lagi dalam hidupnya, selama ini ia selalu bekerja agar menjadi kaya, terkenal dan berkuasa. Sedangkan Alika tidak membutuhkan hal yang bernama cinta setelah ia melihat dengan mata kepalanya sendiri tentang pengkhiantan yang diterima sahabatnya, kerabatnya bahkan dirinya sendiri. Cinta dapat membuat seseorang menjadi hancur ketika orang yang kita cintai begitu tulus menyalahgunakan kepercayaan yang kita berikan. Oleh karna itu yang Alika butuhkan hanyalah kesetiaan, karna benar kata orang bahwa KESETIAAN ITU MAHAL HARGANYA. ----- DILARANG COPY PASTE!!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANNOYING KOMANDAN {END} ✓
  • Terpaksa Melayani Presdir Impoten
  • Takdir Cinta [TAMAT]
  • Beautiful Sunset
  • Prince Untuk Alea
  • Dear Humaira
  • Bodo amat, Gue bucin!
  • Pura-pura Jadi Calon Istri Bos (TAMAT)
  • Revenge ( tampan tapi dia wanita )+ Gxg 🔞

"Aiptu Nachita Yuananda, kamu tanggung jawab saya. Mulai sekarang dan seterusnya." "Sampai ketemu besok atau di waktu tertentu. Kapanpun itu, saya akan selalu menunggu saat kita ketemu lagi dengan euforia yang sama." Kisah cinta sepasang Abdi negara yang bertemu secara sengaja. Namun, jatuh cinta tanpa di sengaja hingga menumbuhkan perasaan yang mengekal dalam jiwa. Mengikat hati tanpa perlu kata, hanya melalui tatap mata. "Maaf, karena sudah lancang menjatuhkan hati pada Komandan." "Siap, Komandan!" "Saya siap menemani Komandan di setiap langkah yang Komandan ambil. Saya siap berada di sisi Komandan, dan menjadi rumah buat Komandan." "Saya gak bisa janjiin apa apa, Ndan. Saya juga bukan manusia sempurna, tapi kalau mau bahagia sama sama. Saya bersedia." Romansa sepasang anak manusia yang membuat cemburu setiap mata yang memandang mereka, bahkan tuhan pun cemburu melihat besarnya cinta itu. "Aku ingin jadi seperti senja, Mas. Yang kepergiannya selalu membekas di hari orang-orang. Yang keindahan nya selalu abadi dalam benak setiap makhluk, meskipun kehadiran singkat." "Untuk mencintai Senja, Kamu tidak perlu menjadi bumi." "Kamu hanya perlu menjadi Mentari, karena Mentari ikut kemanapun Senja pergi. Bahkan tengelam bersama Senja." Senja, Bumi dan Mentari. Itulah mereka. Sebuah perumpamaan yang sederhana, namun rumit jika di jabarkan dengan kata-kata. Hingga menghabiskan jutaan kata pun tak mampu menggambarkan betapa indahnya tiga hal tersebut. "Tetap bersinar ya, Mentari ku...." "Kamu beneran pergi, Na?" Keindahan cinta dari kedua insan itu menyemai kecemburuan dari Sang Maha cinta. Sehingga dia merenggut salah satu dari mereka dan menjadikan dia yang tersisa, mengambil peran bumi yang gelap gulita karena ditinggal senja. "Mentari mu ini, akan menyusul Senja-nya segera." "Dengan ini tugas kamu saya nyatakan selesai, Iptu Nachita Yuananda. Beristirahat dengan tenang, senjaku. Namamu akan harum di kenang seluruh negeri."

More details
WpActionLinkContent Guidelines