Tentang kita

Tentang kita

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 8, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Tak ada persahabatan antara lelaki dan perempuan yang bisa bertahan tanpa perasaan cinta yang akan bersemayam baik sebelum atau sesudah bersahabat. Tentunya hal itu dialami oleh feza dan rio. Persahabatan yang berujung pada cinta di salah satu pihak. rio menyukai feza, sahabatnya. Namun, feza sidah memiliki psangan yaitu kiki. Apakah kisah mereka hanya akan sampai pada persahabatan atau akan sampai pada cinta yang tak bertepuk sebelah tangan??? Lalu bagaimana kisah feza dan kekasihnya nando setelah berkali-kali mereka bertengkar dikarenakan persahabatan feza dan rio???
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Not Me & Not Mine
  • ELECTION
  • SONG FOR LOVE
  • Dua Arah Yang Berbeda
  • DANDELION
  • Cinta dalam Diam(End)
  • FIRASAT
  • A  R  E
  • You're [not] Mine
  • CINTA KONSTANTA

Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap matanya berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Ini kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief

More details
WpActionLinkContent Guidelines