We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Dearest Kim

My Dearest Kim

  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 21, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Aku memang tokoh utamanya. Tapi, teman-temanku yang akan bercerita tentangku. Kalian akan mengerti seperti apa aku sesungguhnya lewat mereka. Karena aku sendiri tak tahu apa yang harus kuceritakan pada kalian. Yang kutahu hanyalah aku dipermalukan, diremehkan, dan bahkan digosipkan memiliki "hubungan tak wajar" dengan salah satu guru sekolahku. Aku nyaris menyerah menghadapi ketidakadilan, hanya menanti waktu yang hina untuk mengakhiri hidup ini. Namun... ada dua manusia keras kepala yang membelokkan takdirku. Haruskah aku mengutuk? Atau berterima kasih? Inilah hidupku yang lumayan aneh. Semoga kalian menikmatinya!
All Rights Reserved
#11
newlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Everything Happens for a Reason
  • The Secret of Ice Girl [Selesai]
  • CONFIDENTIAL {END}✔️
  • DEXTER
  • The Sky Before Secrets
  • Pretended || Avoidant ✅
  • cinta duyung
  • I'm Not A Freak
  • AKSARAZIVA (ON GOING)
  • Plot Twist🩷💙

Segalanya terjadi begitu cepat. Otakku belum bisa bekerja maksimal untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Kalau saja aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menggunakan waktuku sebaik - baiknya. Aku akan mengukir kenangan terbaik bersamanya. Aku akan berada di sisinya di saat - saat terakhirnya. Mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku masih sulit mencerna apa yang terjadi. Aku bertemu dengannya seperti baru kemarin saja. Bersama dengannya membuat waktu seolah - olah berhenti. Membuatku tidak bisa memikirkan apa - apa selain kebersamaanku dengannya. Itu sungguh menyenangkan. Rasanya aku ingin membunuh waktu agar waktu tidak berjalan dan aku dapat terus bersamanya. Sekarang, kebersamaan itu hilang begitu saja. Lenyap ditelan bumi. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku tidak akan membiarkan hal ini menimpa dirinya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Waktu. Sekarang aku jadi membenci waktu. Mengapa waktu tidak bisa memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi? Mengapa waktu terus berjalan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain? Perasaanku. Semua hal yang kupercaya berbalik menentangku. Aku tidak tahu apa yang harus kupercayai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines