Titipan Surat Si Pengagum Hujan

Titipan Surat Si Pengagum Hujan

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 25, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Tagsrohani
Mengisahkan seorang gadis yang sangat menyukai hujan dan ia tidak mengerti apa itu cinta, mulanya dia tak percaya akan adanya cinta. Hingga suatu ketika lelaki itu datang, membuat Aisyah merasakan cinta yang mendalam, tapi rasa cinta itu selalu ia pendam, tak ada yang tau akan itu, kecuali Tuhan, tempat dia mengadu di sepertiga malam.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bidadari untuk Ayahku [END!]
  • Dear, Mr. A
  • When Love Speaks English
  • SASHI
  • Takdir Yang Memilih
  • Yang Pernah Patah
  • Romansa Hujan
  • Pages

Hidup bersama Duda kaya yang memiliki seorang anak lelaki yang sangat imut dan tampan, tentu saja sangat mirip dengan Sang Ayah. Setalah menjadi Duda yang memiliki seorang putra tampan, kemudian Azzam Syafid memutuskan untuk menikah lagi dengan gadis cantik yang memikat hatinya saat pertama kali bertemu. Dia adalah Aini Asyakhila, yang menjadi Ibu sambung untuk Hamzah As-Syafid putra dari Azzam Syafid. Ketika sudah menjadi keluarga kecil seisi rumah hanya memperdebatkan siapa yang unggul mendapatkan Aini Asyakhila entah itu untuk diajak bermain atau berkencan dan menghabiskan waktu bersama Aini Asyakhila. "Ihhh Hamzah dulu baru Ayah" ucap Hamzah menarik lengan seorang perempuan yang merupakan Ibu sambungnya yang bernama Aini Asyakhila. Aini hanya berpasrah saat lengan kanan dan kiri nya di tarik sana sini oleh Azzam Syafid dan juga Hamzah As-Syafid yang merupakan Suami dan Anak sambungnya. "Ayah dulu" sahut Azzam tidak mau kalah. "Nggak boleh... Ayah sudah menghabiskan waktu bersama Ummi semalam, sekarang gantian Hamzah yang sama Ummi", ucap Hamzah seolah meminta keadilan. Ya begitulah keluarga kecil mereka tiada hari tanpa berebutan dengan gadis kecil yang merupakan bagian baru dari keluarga mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines