Hujan dan Pertemuan [HIATUS]

Hujan dan Pertemuan [HIATUS]

  • WpView
    Lecturas 1,428
  • WpVote
    Votos 100
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ene 24, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Entah kenapa seseorang yang tak sengaja bertemu aku di perjalanan sanggup membuatku merindu Ya,aku pernah menyukai seseorang yang aku kenal dari perjalananku menuju kota Malang. Bertemu dikala hujan,di dalam kereta. Ini kisahku. Hujan dan Pertemuan. *** Kisah seorang gadis yang bertemu seorang pendaki di dalam kereta. Pertemuan mereka membawa mereka dalam perjalanan. Membawa mereka pada cerita-cerita baru. Terinspirasi dari lagu-lagu milik Gardika Gigih dalam album Nyala dan Kita Sama-sama Suka Hujan.
Todos los derechos reservados
#307
pertemuan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Desa Pendosa - TAMAT ✔️
  • STORY OF RA - BOOK ONE
  • Nightfall
  • Nay Hujan di Bulan Juni
  • PULANG DALAM DEKAPAN GUNUNG SALAK
  • Gunung Kematian (TAMAT)
  • Hujan dalam Pandanganku
  • Hutan Terlarang [END]
  • Terjebak di Pasar Anjaya Bawakaraeng
  • 3.478 MDPL, Menapaki Cinta Di Lereng Harapan

🚫 PLEASE DO NOT PLAGIARISM!! Sebagai bagian dari tugas akhir kuliah, sekelompok mahasiswa dikirim ke Desa Kembang Arum, sebuah desa terpencil yang jarang terdengar namanya. Tujuan mereka sederhana: melakukan pengabdian masyarakat sembari mengumpulkan data penelitian. Desa itu terletak jauh dari keramaian, dikelilingi oleh hutan lebat dan jalan berbatu yang membuat perjalanan terasa tak berujung. Setibanya di sana, mereka disambut dengan senyuman warga yang ramah namun terasa dingin, seperti menyembunyikan sesuatu. Rumah yang disediakan untuk mereka sederhana, namun cukup nyaman. Namun, ada satu aturan yang berulang kali ditekankan oleh penduduk desa: jangan keluar rumah setelah gelap. Alasannya tidak dijelaskan, dan mereka hanya menganggapnya sebagai tradisi lokal yang harus dihormati. Hari-hari pertama berjalan biasa saja. Mereka mulai menjalankan tugas masing-masing, mengamati kebiasaan penduduk, dan mencoba beradaptasi dengan suasana desa yang tenang. Namun, semakin lama, mereka menyadari ada sesuatu yang tidak biasa di desa ini. Warga terlihat menghindari topik tertentu, sudut-sudut desa terasa terlalu sunyi, dan ada rasa tidak nyaman yang perlahan merayap di antara mereka. Di tengah rutinitas yang tampak normal, hubungan di antara kelompok itu mulai memanas. Ketegangan muncul, didorong oleh perbedaan pendapat, tekanan tugas, dan rahasia-rahasia pribadi yang mulai terungkap. Tanpa mereka sadari, perjalanan ke Desa Kembang Arum menjadi lebih dari sekadar tugas kampus. Desa ini menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar-sesuatu yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Apa sebenarnya yang tersembunyi di Desa Kembang Arum? Dan mengapa seolah-olah desa itu perlahan-lahan menelan mereka? seberapa jauhkan mereka mampu bertahan?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido