We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Nothing Reason

Nothing Reason

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 8, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Senja Pramudita, gadis yang hampir dimakan usia. Dengan gaya santai dan cueknya ia mampu bertahan hidup. Bukan dari kerasnya oksigen tapi dari perasaan dan kenyataan. Gadis itu hanya butuh tersakiti hingga ia mampu berdiri sekeras dan setangguh sekarang. Oranglain selalu melihatnya sempurna. Tetapi ada satu titik kelemahannya yang hanya diketahui seseorang. Perasaannya tak pernah tenang, Senja selalu gelisah. Ia tak pernah mau menjadi sempurna, tapi seseorang disana mungkin akan hadir membawa ketidaksempurnaannya kembali. Senja, akankah langit kembali mundur dan berdamai? Lalu membujuknya agar selalu bersama tanpa mengenal cobaan yang akan dihadapi. Malam itu, hatinya bertanya. Akankah esok dan kedepannya kita sedewasa dan sebahagia yang diharapkan? -Senja
All Rights Reserved
#465
kepercayaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cerita di Balik Senja
  • i hate you bossy!
  • TUHAN PELUK AKU SEBENTAR SAJA
  • Salah Waktu[END]
  • Senja Kaylara [ END ]
  • Angel Baby
  • Jingga di Ufuk Barat
  • Senja dan Jingga
  • Eunoia [END]

"Senjanya bagus banget," suara gadis kecil yang sedang berdiri menatap langit yang berwarna oranye dengan angin yang menyapu pelan wajahnya. "Ayah... Ayah lihat! Langit nya bagus banget," Jawab gadis kecil itu dengan senyum bak bulan sabit pada wajahnya. Laki-laki berbadan tegap dengan struktur wajah yang tidak jauh dengan gadis kecil di hadapannya, kini berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan gadis itu. Lebih tepatnya, mereka adalah sosok ayah dan seorang anak. "Senja, Senja tahu, kenapa ayah memberi nama Senja, itu 'Senja'?" mendengar pertanyaan yang tidak bisa di jangkau oleh pikiran anak kecil yang bernama senja itu, ia hanya menggeleng. Lalu, ia bertanya " memangnya kenapa ayah?" Tanya Senja pada sang Ayah. "Karena Senja itu indah, dia juga ikhlas, dan dia selalu mengingatkan ayah pada almarhum ibu kamu, Senja." Senja mengerutkan alisnya, ia bingung dengan apa yang ayahnya ucapkan. "Senja masih nggak tahu maksud ayah." "Nggak papa sayang, saat ini Senja memang belum mengerti. Tapi nanti, Ayah yakin kamu pasti mengerti maksud ayah. Oke Langit Senja?" "Oke ayah!" Senja memeluk Ayah nya dengan erar tanpa sekat sedikitpun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines