My Husband Doctor {END}

My Husband Doctor {END}

  • WpView
    Membaca 751,184
  • WpVote
    Vote 22,647
  • WpPart
    Bab 70
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Apr 23, 2020
[BELUM DI REVISI] saat pesan mu muncul di barisan pertama orang-orang yang mengechat ku entah mengapa aku sangat ingin membalas chat dari mu itu. kita banyak bertanya satu sama lain. Hingga akhirnya kita bertemu di salah satu cafe di Bogor entah mengapa saat pertama kali kita bertemu aku merasa ada sesuatu yang berdetak sangat cepat di sana. Setelah dari pertemuan itu entah mengapa aku punya pemikiran untuk mengajak mu untuk ta'aruf. Menurutku kamu sangat cocok dengan cara itu sesuai dengan penampilan dan perilaku mu Saat meminta izin kepada kedua orang tua mu hampir saja niat ku di tolak oleh ayah mu tapi Alhamdulillah niat ku di terima dengan sangat baik Oleh kedua orangtuamu. Aku selalu mengucapkan Alhamdulillah saat niat ku di terima oleh kedua orang tua mu setelah hari itu aku benar-benar senang karena aku benar-benar akan memilikimu seutuhnya dengan cara yang sangat mulia. Aku tau umur kita yang sangat berbeda tapi aku sangat yakin kamu adalah jodoh ku. Aditya Surya Pratama
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#556
dokter
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Atas Nama Yang Maha
  • Stay With Me, My Dear
  • Perjuangan Hidupku
  • About Meet (COMPLETED)
  • Still The Same
  • WHEN YOU COME [Published]
  • Pengantin Yang Tertukar.
  • Assalamualaikum cinta (END)
  • True Love [Completed✔]
  • Maudya (Mencari Cinta & Kebahagiaan)
  • MENIKAH (Selesai)
  • at: 12am
  • He's The Boss
  • Kuterima Khitbahmu (TAMAT)
  • Perjodohan
  • Pyaar Galliyan
  • Reyhan & Revalina (COMPLETED)
  • Assalamualaikum Jodoh
  • The Secret Of Love
  • Meniti Rasa (Selesai, Dalam Tahap Revisi)

Menjadi anak sholeh lagi cerdas, taat beragama dan taat kepada orangtua lalu menjadi kebanggaan keluarga, tentu saja menjadi do'a dan harapan setiap ayah dan bunda untuk anaknya. Aku bukanlah seseorang yang dibanggakan keluarga. Meski aku yakin, tak ada orangtua yang mengharapkan hal buruk terjadi pada anaknya. Nilai akademisku tak sebagus ketiga adikku, aku harus berusaha keras belajar ketika ujian. Tak seperti adik-adikku yang cerdas. Bahkan aku pernah tak naik kelas karna aku dianggap tidak cukup mampu mengejar ketertinggalanku. "Pergi dari sini, dasar kau anak bodoh, tak bisa jadi kebanggaan, papa!!" "Papa, tolong jangan berkata seperti itu, dia anak kita!" "Anak yang iQ nya jongkok begini?" "Astagfirullahhh....!" Diusir dari rumah karna suatu hal yang seharusnya bukan salahku tapi kehendak Allah. Seperti tak ada rasa cinta padahal aku darah dagingnya. Meski begitu ada pesan cinta yang terselip dari Allah untukku karnanya. Dari situlah hidupku dimulai, dari situlah aku lebih mengenal dan dekat denganNya termasuk menemukan kesejatian rasa terhadap dia, Atas Nama Yang Maha.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan