Rich Boy And The Rival

Rich Boy And The Rival

  • WpView
    Reads 410
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 20, 2021
#RichManSeries1 Cover by Lila Schwan ⚠️Warning! 18+⚠️ Ariq Mahawira Adima (23 tahun) sudah kaya sejak lahir. Dia lebih akrab disapa Wira oleh teman-temannya. Dia punya banyak sekali teman yang rata-rata adalah teman bangsat, yang artinya akan ada untuk Wira jika butuh sesuatu. Wira tidak peduli hal itu. Dia kaya raya dan memang dibutuhkan oleh orang-orang yang disebut teman bangsat. Tapi semua berubah semenjak Meisie Reisan Ayumi (21 tahun) masuk ke Universitas yang sama dengan Wira. Dia menjadi junior Wira yang satu-satunya tidak tunduk kepada Wira. Kenapa? Karena keluarganya dan keluarga Wira sama-sama keluarga konglomerat. Kalau Wira bisa membeli semuanya dengan uang, Meisie juga. Jadi apa yang perlu Meisie takutkan? Karena merasa tersaingi, Wira tidak terima. Dia melakukan apa pun untuk menyingkirkan Meisie. Tapi tidak semudah menyingkirkan teman-teman bangsatnya. Meisie juga punya kekuasaan lebih karena uangnya. Tapi tetap saja Wira berusaha menjatuhkan Meisie. *** "Lihat saja! Kau tidak akan betah di kampus ini." - Ariq Mahawira. "Aku atau kamu yang akan keluar dari kampus ini." - Meisie Reisan. *** Cc : Nona Jung
All Rights Reserved
#42
exol
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Devil in Your (ANGGARANTA)
  • SUARGA
  • PRAWIRA
  • My Bad Baby Boy (Complete)
  • Married is scary [Sanwoo]
  • HELLO DEAR
  • 𝐒𝐡𝐞 𝐢𝐬 𝐦���𝐲 𝐆𝐢𝐫𝐥•| [On going]

[PROSES REVISI] Series pertama Anggaranta Bagaimana rasanya, difitnah oleh keluarganya sendiri, sakit!! ia hanya bisa menangis bodoh dan tersenyum miris akan semua. Diusir karena ego lebih kuat. Dibuang layaknya sampah. Hanya karena, seorang yang licik penggila harta. "Abang, gak benci sama Gea kan? Mereka aja benci sama Gea." tanya Gea sendu. 'Gimana bisa gua benci lo, sedangkan mereka yang penjilat harta malah gua sayang?' "Gak! Geo gak benci. Geo udah tahu semuanya. Mereka cuma manusia busuk penjilat harta yang kebetulan terlahir di keluarga berada." jelas Geo menahan tangisnya. 'Gua udah tau semuanya ya. Makanya, gua gak mau lagi tinggal di kandang iblis itu.' "Gua udah tau semuanya. Mereka cuma mikirin tentang harta. Bahkan, papa yang notabe-nya sayang sama kita aja, itu digaji sama oma setiap harinya. Geo udah sadar sekarang, mereka cuma kecoak yang hanya bisa mengotori dunia." sambung Geo lagi. 'Geo cuma sayang Gea. Semua adalah lalu kecuali Gea.' "Abang sampai-sampai gak habis mereka. Otaknya berisi tentang harta doang. Ada ya, manusia kejam kaya mereka?" tanya Geo seraya tersenyum miris. 'Abang, udah ngerti soal itu yah?' "Abang, dengerin Gea. Itu emang udah jadi takdir mereka." tutur Gea lembut. "Tetep aja Ya. Mereka terlalu kejam memisahkan kita." balas Geo lagi. "Bukan dunia yang kejam, tapi manusia yang menginjakkan kakinya di sana." ••• Ryan terkekeh sinis, "Papi? Sejak kapan anda menjadi papi saya?? Hm?" tanyanya dengan cekikikan. 'Apa-apaan sikap ini!?!' Hendrik menatap murka anaknya itu, "Kau harus terima, atau marga Wijaya saya cabut dari namamu." ancamnya lagi. Ryan menatap sengit pria paruh baya itu, lalu tersenyum miring. "Apa anda berani??" tanyanya menantang. "Tentu saja saya berani! Saya adalah pemilik dan penguasa marga Wijaya. Jadi, untuk apa saya takut hanya untuk mencabut nama Wijaya dari bocah ingusan sepertimu!" gertaknya mengancam, suasana berubah semakin mencekam. [END]

More details
WpActionLinkContent Guidelines