my prince!

my prince!

  • WpView
    Reads 103
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 8, 2018
This is so weird. Bayangin deh di sekolah baru gw ada yg namanya mirip sama gw, bukan nama pangilannya doang nama lengkap gw jg mirip. Gw Athila Putri Pradana dia Athalan Putra Pratama. Seolah olah gw itu versi cewenya dan dia itu versi cowonya. Oh iya gw jg lupa hobi kita jg sama, yap basket. Gila ngk tuh sampe sampe hobi kita jg sama Tapi nih ya denger denger sikap gw sama dia tuh jauh banget. Gw yg ceria, ngk bisa diem, patang menyerah dan dia yg pendiem, keras kepala, galak, dan jg.... Dingin. Hmmm lama lama gw penasaran sama mahkluk yg namanya athalan itu. Cukup, udah segitu aja, gw mau lanjutin nih cerita. Penasaran ngk kalian ?. oh iya gw mau nanya guys. Hmmmmm kira kira seberapa besar ya kemungkinan perasaan kita jg sama?
All Rights Reserved
#419
do
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  •  CLARLEX
  • THE CLIMB [Completed]
  • Pretty Careless
  • FIRTS TIME FOR VIVI GOES TO KOREAN
  • 20. Pamanku Brondong Mesum (FIN)
  • My protective and perfect boyfriend
  • Abimana Si Musang [BL] (lengkap)
  • 36 days with you {saida} [End]
  • F A T E |NA Jaemin|

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines