Sabita
  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 8, 2019
Bahagia dan sedihku tercemar ketika cinta itu hadir. Cinta yang datang tiba2, namun perginya meninggalkan luka. Luka yang sulit terdefinisikan. Namun kembali bahagia. Yah begitulah kisah ku dan makhluk astral itu. Masih belum berakhir dan nampaknya tidak akan berakhir sampai masing2 menemukan cinta yang sesungguhnya. Menyesal? Barangkali rasa sesal terasa ketika bayangan itu hadir. Sungguh hanya hati kecilku yang tahu dan tak bisa ku bohongi. Terkadang rindu, terkadang benci, terkadang kecewa, terkadang bahagia, terkadang sedih, terkadang ingin menghapus semua ingatan itu. Namun semakin keras ingin ku lupakan ingatan itu, semakin keras pula ingatan itu hadir. Tetapi seiring berjalannya waktu, sakit dan patahnya cinta itu mengantarkan ku kepada cinta yang sesungguhnya. Ya. Cinta kepadaNya. Cinta yang hqq dan cinta yang akan membuat hati selalu tenang. Walaupun begitu, tetaplah tidak mudah untuk selalu dalam cintaNya. Apalagi aku, hanya wanita biasa yang terkadang juga rindu akan cinta makhlukNya. Terutama makhluk astral itu, selalu membuat ragaku kaku. Otak ku buntu dan hati ku membeku. Lebay memang tapi begitulah dahsyatnya cinta. Makhluk astral itu ku beri nama ''sabita'' dan biasa ku panggil ''bit''. Dialah yang pernah memberi banyak warna dalam langitku.
All Rights Reserved
#517
kesedihan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • COSMOS
  • FORGET THE TIME (yanneo)
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Hub Fii Notification
  • DON'T LEAVE ME [ YIZHAN ] End☑️
  • You're Here, But Not For Me
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Mahligai Sunyi
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Aku Kamu Dan Dia
COSMOS

Cinta tak selamanya nadirkan bahagia. Seperti cintaku yang hanya menimbulkan luka. Laki-laki itu membawa pergi bahagianya bersama orang lain. Perih itu yang aku rasakan. Kepada siapa aku harus bercerita? Mungkin ketika mereka mendengar, aku sudah bukan lagi anak yang berbudi. Kata orang cinta itu buta. Ternyata memang benar istilah itu. Cinta memang membutakan segalanya. Tanpa disadari mataku telah berada di kegelapan yang nyata. Aku hanya ingin dia kembali, sebelum aku mati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines