Keajaiban Di langit Cambridge

Keajaiban Di langit Cambridge

  • WpView
    Reads 965
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 9, 2020
WpInfo
Non-Fiction
"Sombong!" ucap pria itu saat membuka helmnya. Padahal Nayla sudah beranjak dari tempat kejadian. Tapi kata itu sangat jelas terdengar di telinga Nayla hingga membuat Nayla menghentikan langkahnya. Tunggu, dia bisa bahasa Indonesia? Apa jangan-jangan dia juga mahasiswa dari negara yang sama dengan dirinya? Tanpa menunggu lama Nayla malah balik arah menuju ke tempat pria itu yang masih tetap berada disamping sepeda motornya. "Kamu?" jari telunjuk Nayla menunjuk wajah laki-laki yang sudah membuat dirinya sial hari ini. Kedua mata Nayla menyipit bahkan alisnya beradu. "Kamu, kamu kan yang tadi malam sudah merepotkan saya?" ucap Nayla dengan jari telunjuk tepat didepan hidung mancung pria itu. Apa yang bisa pria itu lakukan. Dia malah balik mengkerutkan dahinya. "Kamu tidak ingat, tadi malam kamu sudah membuatku kerepotan. Yang benar saja, habis minum-minum lalu terkapar didepan rumah orang" kini Nayla malah meladeni pria itu. Suaranya naik dua oktaf, mungkin dia sudah lupa jika sekarang ia sudah terlambat hampir setengah jam. Menyebalkan!
All Rights Reserved
#951
rohani
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Our Path Diffrent
  • Cinta Neng Zulfa
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • Satu Detik Terakhir
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • jodoh dari allah
  • ASAVELA KIARA
  • ARAH HATI
  • AIRen

PLAK! Suara Tamparan keras menggema sepanjang lorong sekolah. Kaay diam termangu dengan tatapan kosongnya, menyorot tidak percaya atas tamparan kuat yang baru saja Raina layangkan. Telinganya berdengung nyaring, "k-kak..." "Lo!" Tunjuk raina penuh kebencian, tepat di depan wajah kaay. "Manusia paling jahat! Yang pernah gue kenal." "Lo egois!" "Lo munafik!" "Lo nggak punya hati!" "Dan gue benci sama lo." Raina langsung pergi begitu saja sambil menuntun rayyan, meninggalkan kerumunan, dengan kaay yang masih diam ditempat, mengabaikan bisikan sumbang seluruh murid yang mengarah padanya. Kaay membalik badan, melewati mereka dengan ekspresi datarnya. Berjalan menjauh dengan langkah mantap tanpa menoleh, membuatnya menjadi buah bibir seantero murid. Mereka tidak tau, setiap langkah yang gadis itu hentakkan, maka saat itu juga buliran air terlepas dari bendungan kelopak mata yang sudah berusaha keras menahan serpihan rasa sakit dalam bentuk air mata. Secarik kisah romansa masa SMA yang menyeret dua saudara, dengan berbagai konflik yang tersedia. Persahabatan, perjuangan, dan pilihan, harus diambil untuk menentukan prinsip hidup kedepan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines