Titik Jenuh

Titik Jenuh

  • WpView
    Reads 1,854
  • WpVote
    Votes 268
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 5, 2019
#6 in percaya (12/12/18) #5 in metropopindonesia (12/10/19) Lo pernah ngga berada di sikon dimana hati elu udah gak punya rasa apa pun? Bahkan disaat elu ingin nangis tapi air mata lu seakan kering. Disaat orang-orang nangis haru melihat Yoon se-ri melepas kepergian Kapten Ri di zona demiliterisasi yang memisahkan antara pyongyang dengan seoul, berlari.. Memanggil dengan lantang.. Menentang puluhan senjata yang siap menembak jika wanita itu melangkah masuk di garis perbatasan. Aku..? Aku tak menangis sedikit pun... Aku .. Tak merasakan apa pun. Aneh? Sombong? Sama sekali enggak. Hatiku, perasaan ku dan air mata ku. Sudah terlalu lelah, terlalu lemah untuk merasa kan rasa yang begitu rumit, keadaan yang membuat ku bersikap bodo amat Baca cerita ku, dan kau akan tau. Se-dahsyat apa semesta membeku kan perasaan ku. "Titik Jenuh by Sudutpastj" #16 in club [5/1/19 #79 in firstlove [22/1/19]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Bloodcurdling Sword (COMPLETE) √
  • The Cool My Boy Friend [TAMAT]
  • DETTA
  • FRIENDzone (Completed)
  • Always be There; Lee Byounggon
  • Have a Nice Dream [Completed]
  • Ditya
  • [KYU✔] But, I Love You
  • Semu [Completed]

"Don't be too honest on how you feel. Cause my SWORD didn't have the heart to hurt you." - Castaway - Ada kalanya benci adalah sebuah ungkapan yang menyandang duka. Tapi ada juga kalanya kalimat cinta justru mengundang bencana. Pria ini terbiasa dengan pedangnya, mencabut nyawa karena semua itu tugasnya. Tidak ada kata BENCI dan CINTA dalam hidupnya, Karena dia bukan pria yang terlibat romansa. Dia hidup untuk MEMBUNUH dan BERKELANA. Dia tidak hidup untuk PANGKAT, atau DERAJAT gila. Pria ini tidak juga bernapas untuk hati orang lain, hanya untuk dirinya sendiri. Tapi ketika seorang wanita dengan berani mempermainkan martabatnya, bagaimana dia mampu terus menyimpan pedangnya! Dia memang membunuh karena diperintah, tapi tidak lagi saat wanita itu menghancurkannya! Ini hanyalah kisah antara pangkat dan hati, serta setitik belenggu dengan rinai hujan, panas bergelora, dan basah dari air mata sendiri. Kisah manusia di antara pangkat yang ada. Sebuah kisah yang akan membuatmu tergugah! Notice; 18-21+ mature, saeguk Cover by: Win (Acieh Km)

More details
WpActionLinkContent Guidelines