We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tentang luka

Tentang luka

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 27, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Naila Dhanesa, Gadis itu seperti memiliki dua kepribadian dimataku, ia selalu berubah ubah. Tanpa aku tahu kenapa Ia bisa menjadi gadis, yang paling hangat. Saat bersama orang terdekatnya. Tapi percayalah, ia akan menjadi sosok yang paling dingin. Saat bersama orang asing. Termasuk padaku Sampai suatu ketika, aku mengetahui sebuah fakta. Yang mampu, membuat nafasku tercekat untuk sementara waktu. Ku fikir, ini semua adalah kebohongan saat ayah ibu dan kakaku mulai menceritakan kisah hidupnya. Tapi ternyata aku salah, ia memang benar benar ia. Ia adikku
All Rights Reserved
#493
adik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUMANTARA
  • FIZYA
  • Stuck Friendzone (Tamat)
  • MIRAGE (Completed)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Fake Smile [End]
  • Naila's Story [End]
  • CLOSER
  • AKU INGIN BAHAGIA   [ SELESAI ]
  • Grafi [End]
BUMANTARA

PLAK!!! Suara tamparan keras yang menghantam pipi seorang gadis yang tengah meringkuk di atas dinginnya lantai toilet. Gadis itu tak melawan, dia hanya diam sambil menatap nanar pada lantai, dia Naya Rivera. "ANJ**G! gak guna lo!" maki seorang siswi itu, sambil sesekali menendang tubuh gadis malang itu. "Maaf." ucap Naya itu dengan nada bergetar, hanya kata itu yang bisa dia ucapkan di balik rasa takutnya. Cih! Bukannya merasa kasihan, siswi itu malah semakin membabi buta dengan menarik keras rambut Naya, lalu mencengkram kuat-kuat rahang Naya. "Apa? maaf lo bilang?! Kata maap lo gak cukup buat nilai tugas gue jadi 100 tolol! Dasar anak pelac*r!" keras dan tidak tahu rasa terima kasih, itulah Rossalia Maharani. Menjadikan Naya sebagai budak untuk mengerjakan semua tugasnya. Naya memang terkenal akan sifat lugu serta kepintarannya, dan Rossa berpikir bahwa mengapa dia tidak memanfaatkan itu semua bukan? Tuntutan akan keluarga Rossa, yang menekan anaknya untuk menjadi yang paling utama dalam hal apapun, apalagi masalah prestasi di sekolahnya. Bagi Naya, sekolah ataupun rumah itu sama saja, iya sama saja tempat yang menyakitkan. Disaat orang lain merasakan rumah menjadi tempat ternyaman, namun itu tidak berlaku bagi Naya. Tamparan bahkan pukulan sudah menjadi bagian yang Naya dapatkan setiap harinya. Tak ada yang menyayanginya, tak ada yang mampu mengerti keadaannya, tak ada seorangpun. Ibu nya? Tidak, dia sama saja seperti orang lainnya. Teman? itu apa lagi, Naya sama sekali tidak mempunyai teman. "Mana ada orang yang mau berteman dengan orang udik seperti saya" pikiran itu yang selalu tertancap keras di pikirannya. Apakah Naya mampu melawan setiap kesedihan nya? Akankah Naya merasakan kebahagiaan seperti yang orang lain rasakan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines