RUANG KOPI

RUANG KOPI

  • WpView
    Reads 433
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 27, 2018
"Lo memupukkan rasa yang tak terdefinisikan di hati gue, Bara!" Teriak Alana sambil menutup wajahnya yang tampak memerah. "Dan lo berhasil menghujani pikiran gue dengan pernyataan lo itu, bikin pusing." Bara kembali fokus menggambar. - Keyakinanku terhadap opini 'semua pria itu sama.' mulai goyah hanya karena laki-laki cuek, pindahan dari Jakarta yang menghabiskan tiap harinya di Ruang kopi. Dia selalu membawa sebuah buku tebal dan 2 buah pensil. Aku pernah melirik apa saja yang pensilnya goreskan di buku tersebut, rupanya dia senang menggambar dan menuliskan beberapa kalimat di setiap lukisannya. Ku harap, dirikulah yang ia gambarkan, bah mimpi!
All Rights Reserved
#14
colesprouse
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Queen Viara
  • (bukan) JODOH [COMPLETED]
  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Stay With Me
  • Bara & Tara
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • Lintang Waktu ✔
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG

"Emang salah ya kalau jadi bar-bar ?." ** Queen viara,itulah nama nya. Ratu di hati ketua osis yang di kenal sangat cuek. Padahal tidak cuek sama sekali lho. Mereka saja yang suka melebih-lebihkan. Rafael kelfeinzo,lelaki dengan sejuta pesona harus mengelus dada karena memiliki pacar yang sangat bar-bar. Apalagi jika bersama dengan teman-temannya,sudah tidak tertolong. "Harusnya lo bangga punya pacar kaya gue. Jadi hidup lo lebih berwarna gak abu-abu." Rafael tersenyum kecut. "Iya saking bangga nya jadi pengen gue tenggelemin di lautan selatan." "Setan lo." Penasaran?baca lah wkwk Kuyy langsung baca,di jamin suka deh😎

More details
WpActionLinkContent Guidelines