u.n.e.x.p.e.c.t.e.d

u.n.e.x.p.e.c.t.e.d

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 2, 2018
Pernahkah kalian menyangka bahwa orang yang kalian suka bisa menyukai kalian juga ?? BAGAIMANA INI BISA TERJADI ??? "Aku pun tidak tahu" Nama gue Haru. Lebih tepatnya Haru Ceila Nanda, seorang yang tergolong tidak istimewa dan lahir di keluarga yang berkecukupan. Gue umur 15 tahun dan sebentar lagi masa SMA akan dimulai. Hal yang sudah lama kutunggu-tunggu. Gue masuk ke salah satu SMA favorite di Jakarta yang tidak jauh dari rumah gue. Bagaimana nasib gue di SMA? Bisakah gue jalanin ini...??
All Rights Reserved
#108
teenlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jomblo di eskul Pramuka
  • Ever Fall In Love With You. S1 [TERBIT✔️]
  • First Love For You
  • unrequited love (Completed)✔
  • Feeling Me Inside??? Vol.2
  • I'm Done [End]
  • ASYHILA(COMPLETED)
  • Beautiful Rocker
  • Disguise... [END]

"Mulai hari ini kamu ibu masukkan ke dalam eskul pramuka, bahagialah!" Entah kenapa di akhir kalimat, pengucapan ibu Fatimah begitu menekan ke dalam jantungku. "Tung--Tunggu dulu bu. Saya belum pernah menyetujuinya" "Apakah itu harus?" Nada dingin dan sentuhan tangan beliau langsung menjalar ke urat nadiku "I--itu tergantung dengan situasi dan persepsi dari--" "Mana jawabanmu?" "Baik bu" Sial... Kenapa mulutku tak memikirkan nasibku yang akan datang. "Yaah, ibu tau kamu malu kok" (Bu! Hentikan omong kosong anda) Begitulah kalau aku punya nyali untuk mengucapkannya. "Nandi, mulai hari ini, dia bergabung dengan eskul pramuka" Ibu Fatimah mendekati seorang wanita yang dari tadi memperhatikan kami. Kalau aku bilang, lebih seperti seorang anak kecil sedang memperhatikan anak kecil lainnya yang sedang dipaksa oleh orang yang lebih tua. Entah apa yang mereka bisikkan di sana, tapi aku yakin, pasti itu bersangkutan dengan privasi yang kujaga lebih dari apapun. "Dimas, Nandi juga setuju dengan ini. Jadi kau sepulang sekolah bisa langsung ke ruang pramuka nanti" Lalu beliau tersenyum. Entah kenapa senyuman tersebut mempunyai maksud yang berbeda dari apa yang dia katakan sebelumnya "Jangan kabur ya..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines