Science of Psychology

Science of Psychology

  • WpView
    Reads 211,937
  • WpVote
    Votes 18,066
  • WpPart
    Parts 100
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 10, 2021
PERHATIAN! LAPAK INI HANYA MENGINFOKAN ISTILAH-ISTILAH PSIKOLOGI SECARA UMUM. BUKAN SARANA UNTUK MELAKUKAN SELF DIAGNOSIS. Memuat istilah-istilah dalam psikologi. About psychology. Psychologist world. Dari berbagai sumberr 01/11/2018
All Rights Reserved
#160
kejiwaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Psikologi
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • ⓂⒺⓃⒹⒶⓀⒾ ⓀⒶⓀⒾ ⓁⒶⓃⒼⒾⓉ
  • Hello Stranger
  • 15th Voltage [Tegangan 15] ✔(COMPLETED)
  • The Perfect Boy
  • RUANG KELABU  [TAMAT]
  • Berguru Kepada Sepi
  • 𝐀𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐒𝐈
  • Trinity Code: The Mercenary Within
  • Meneroka Jiwa
  • 𝓦𝓮𝓭𝓭𝓲𝓷𝓰 𝓟𝓪𝓹𝓮𝓻 [End]
  • When I See Them, I'll Scream [end]
  • S E N A N D I K A  2.0 | ✔
  • Psychopath Fiance [END]
  • Ramananda Caraka [NOMIN] ✅
  • Javas Drexzer [END]
  • Penyakit Mental
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines