LIAL
  • WpView
    Reads 165
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 29, 2019
Sepercik sapuan halus sebuah perasaan yang belum pernah dirasakan oleh kedua remaja yang menginjak dewasa. Perasaan asing yang masih tabu dikehidupan keduanya. Masih abu-abu seperti seragam yang masih tetap harus dikenakan keduanya. Terlalu terkejut akan datangnya luka. Terlalu takut akan hadirnya sakit. Terlalu putih untuk mengerti apa itu hitam dan merah. Terlalu polos untuk membedakan udara dan angin. Hingga masing-masing saling merelakan untuk menjauh. Menyadari kesalahan masing-masing yang terlalu bodoh mengenal perasaan yang sering disebut cinta. Berjalan mengikuti alur tertulis. Dan berjanji untuk siap merasakan sakit jika memang Tuhan menuliskan perasaan itu. Ps: terdapat kata-kata yang kurang baik dan kasar, jadi buat dede-dede emes dan semuanya aja jangan ditiru! Enjoy in my story guys...
All Rights Reserved
#44
tenlit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENNIES
  • Destiny.
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Diary Depresiku
  • Sejenak Luka
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • NAREZKA (PO 15 Maret-28 Maret)
  • Paradise
  • Back For Me (Completed)
DENNIES

[⚠️FOLLOW dulu sebelum membaca] Author: yakin mau baca? Udah siapin tissu?😌 ~~ 'Tentang dia, yang diamnya menyimpan banyak luka'. Kata ibu, sebagai seorang lelaki, Dennies harus bisa hidup mandiri, hidup keras merupakan hal lumrah yang dialami setiap orang. Hingga pada saat hal itu benar-benar terjadi, saat kerasnya hidup itu datang berhadapan langsung dengan Dennies, setidaknya Dennies tahu, bahwa ia bukanlah satu-satunya orang yang terpukul atas itu. Semuanya telah Dennies lalui seorang diri, mengarungi kerasnya arus hidup yang kadang memberinya badai, membuatnya jatuh, dan bukan hanya sekali ia terbentur akan kenyataan pahit yang harus ia terima. Tapi, Dennies kuat. Ini tentang Dennies, pemuda yang menjadi realisasi nyata dari pepatah, don't see a book by the cover. Pemuda yang menyimpan sejuta luka yang ia balut dalam diamnya, pemuda yang menyembunyikan kecewa yang tak terhitung jumlahnya, dan pemuda yang selalu berdiri kokoh bahkan disaat badai itu kembali menerjangnya. "Jadilah seperti pohon, yang tetap berdiri kokoh, meski angin berkali-kali menerjangnya." Namun sekokoh-kokohnya pohon, bukankah ia bisa tumbang juga saat angin yang terlalu besar menerjangnya? Dan Dennies, mampukan ia untuk tetap kokoh saat ujian itu lagi dan lagi datang menerjangnya dengan tanpa ampun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines