DENIAL

DENIAL

  • WpView
    Reads 3,832
  • WpVote
    Votes 213
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jan 10, 2022
Ada kalanya perasaan itu datang bersama rintik hujan. Mengalir deras seperti butiran embun di daun ilalang. Secercah harapan terpaksa luntur karena tidak sejalan. Sang puan pun pamit pulang karena sudah tidak ada harapan. Pada akhirnya sang tuan pun menyesal karena menganggap remeh datangnya hujan. Kini sang hujan sudah tidak memeluknya lagi dimalam hari. Hujan yang dulu selalu menemaninya terlelap, hujan yang selalu ada disaat ia terjaga. Hilang, sudah menghilang, tergantikan dengan angin gersang yang menakutkan. Adakalanya mendung datang, tapi tidak bersama hujan. Melainkan bersama getaran yang begitu menakutkan. Ia rindu suasanya, ia rindu pelukannya, dan terlebih lagi ia rindu hujannya. Pelajaran untuk dirinya , bahwa semesta tidak pernah main-main dengan rencananya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUNGA KEMBALI
  • Tolong, Aku Masih di Sini
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Mianhae Hyung || So Junghwan {SEDANG DIREVISI}
  • Cerita Daun dan Bumi
  • FIRASAT | NCT 127 | (END)
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Black Out III
  • Langit Setelah Hujan [END]
  • Liontin Time (NominHyuck)

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines