Memeluk Kehilangan

Memeluk Kehilangan

  • WpView
    Reads 848
  • WpVote
    Votes 116
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Dec 20, 2019
Keluargaku hancur akupun ikut hancur,tapi ini bukan hanya tentang dukaku melainkan tentang perjalanan berhargaku. Aku ingin terbebas dari kehampaan ini berharap ada sosok yang mau menerima ku tanpa mementingkan selangkangan dan asal usul keluargaku. Beribu terima kasih kuucapkan untuk sosok yang bersedia memeluk pelikku. Sejenak aku kembali berfikir apa ada laki-laki yang seperti itu?kurasa tidak akan ada. pada era ini perihal rasa sudah tak lagi berharga,karena perihal fisik dan kesucian lebih mendominasi. Apa bisa aku berkilau dengan hati yang telah hancur lebur,apa bisa aku berjuang bersama raga dan mental yang hampir mati rasa,apa bisa aku mengubah stigma mereka bahwa hidupku tak sekeji itu. #hampa #stronggirl #dontjugdeme
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Flight
  • KAIREL [END]
  • DeKaNa (END)
  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • Full Of Scratches
  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Savero Archandra || Haechan || END
Flight

Kamu tau bagaimana sakit kehilangan orang tua diusia yang cukup belia?, apa kamu pernah merasakan sesaknya tidak punya siapa siapa didunia?, Pernahkah kamu merasa ketakutan seperti yang kualami saat kakak angkatku berusaha merencanakan kematianku?. Semua itu kurasakan, kualami dengan rentang waktu yang berdekatan saat usiaku bisa dibilang masih kanak kanak. Untunglah selama kesakitan itu berlangsung ada sesosok malaikat tak bersayap yang mampu memberiku pelukan hangat setiap saat. Untukmu.. Terimakasih.... Selama ini telah menjadi tempat ternyamanku untuk singgah. Menjadi tempat terbaikku untuk berkeluh kesah. Menjadi tempat pulang untuk aku yang kehilangan arah. Meski kutau jika hadirmu hanyalah sebagai tempat singgah untuk diriku yang sudah lama kehilangan rumah. Terimakasih.... Sudah menemaniku merajut mimpi yang tidak bisa kulakukan sendiri, menjadi bahu terkuat yang membantuku menghadapi rintangan bertubi tubi. Memberiku peluk hangat untuk jiwaku yang dilanda sepi dan selalu membuatku yakin jika semua yang terjadi akan bisa kulewati. Terimakasih.... Telah membantuku menyambung sayap sayapku yang patah, mengobati luka dahulu kuanggap mustahil untuk disembuhkan, menyelamatkanku dari kehidupan yang senantiasa terancam. Meski hidupmu bukanlah tentang aku, tapi hidupku bersumber dari cintamu. **<>**

More details
WpActionLinkContent Guidelines