RINDUKU UNTUK SENJA

RINDUKU UNTUK SENJA

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 28, 2018
Wahai senja. Ketika rindu ini datang. kutitipkan sehelai salam lewat awan. bersama angin yang berhembus. Kuterdiam dalam kesunyian. Tenggelam dalam kebisuan. Hanya hembusan angin malam yang berikan ketenangan. Ketika parasmu jelas tergambar di pelupuk mata. Senja... Ingin kurengkuh sosok bayangmu. Namun bayanganmu hanyalah bayangan. kurasakan kebekuan menyusup setiap jengkal aliran dara. Waktu terasa singkat. Dan begitu cepat kau pergi. Di saat kau berikan ku keindahan. Yang tak pernah ku miliki sebelumnya. Wahai sang angin yang berhembus. Titip kanlah salam rinduku. Yang teramat merindukan kedatanganya. Di dalam relung hati yang sepi ini. Senja... Ku tunggu kedatanganmu esok. Berikan percik sinar indahmu. Temani aku. Yang sepi. Catatan Tangan : Suaib Rustam Ayahu (Mr.JM)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Tulisan bercerita?
  • To Nights {END} REVISI
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • LAUT DAN SENJA || LuRah || (END)
  • Hanya Rindu Dan Trauma
  • TENTANG RASA
  • BIANGLALA SENJA
  • Langit.
  • SENJA KU SENJA MU
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines