Samudera Wacana

Samudera Wacana

  • WpView
    Leituras 5
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadConcluída seg, out 29, 2018
Peta kehidupan untuk kalian yg tersesat dalam kelamnya malam, tenggelam menuju pusaran tanpa daratan. Untuk kalian yg tanpa henti mencari jati diri, dengan tertatih berjalan tanpa letih, demi sebuah mimpi yg semakin melambung tinggi. Peta ini kan melewati jalanan sepi penuh duri, juga lautan api tak bertepi. maka siapkan diri, mungkin kah kan ada taman penuh tawa bahagia di ujung sana?.
Todos os Direitos Reservados
#361
impian
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Haruskah Aku Berhenti
  • Kamu [SELESAI]✔
  • In The Sunrise
  • Titik Yang Benar
  • Coretan Kecilku Untukmu #wattys 2019
  • My Dream,One Day
  • • KECEWA ~
  • SCORPIO

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo