Quotes (For Me By Me)

Quotes (For Me By Me)

  • WpView
    Reads 623
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 31, 2018
Berisi quotes-quotes yang terlintas dan terkarang dengan sendirinya didalam ruang hampa yang kerap bernuansa mendung tanpa gemuruh, tercipta dari kesunyian dan ketenangan yang kerap menyentuh Lebih kepada curahan hati, dan apa yang terkadang saya pikirkan Tertuang dalam serangkaian kata-kata yang mungkin, bisa disebut "karya" Selamat membaca :) semoga bermanfaat ya. Silahkan sertakan kritik dan saran. Jangan lupa vote dan komen ya,karena saya masih harus banyak belajar :) Prof.Dr.Ir.Hj Nyi Ageng Ratna Panembahan Azirghamul Oki Oktaviani Sultan Hatun Syah Bey Kara Varavanjutapeta :D
All Rights Reserved
#173
lupa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • His Lips (TAMAT)
  • Narasi patah hati
  • THE TRUE LOVE
  • Lelaki Misterius (TAMAT)
  • Ruang Rasa
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • BAPER DIRUANG 201
  • Since I Found You (TAMAT)

The Winners Wattys2018 Catergories The Contemporaries Based On True Story Terinspirasi dari sebuah kisah nyata yang saya ceritakan kembali dengan sudut pandang penulis. Nama tokoh dan tempat kejadian disamarkan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. **** Bagaimana jika suatu kepercayaan dan kesetiaan dikhianati oleh dua orang yang sangat kamu cintai? Tidak ada kata lain selain ikhlas dan sabar dalam menghadapinya. Nasi sudah menjadi bubur, apa yang telah terjadi tidak bisa diubah kembali dan waktupun tidak bisa diputar kembali. Andaikan waktu bisa diputar ulang maka tidak akan pernah ada kata penyesalan. Hari menjelang pernikahan yang biasanya ramai dengan canda tawa serta senyum kebahagiaan, harus rela berganti dengan tangisan memilukan serta penyesalan seumur hidup. Ketika menjelang hari di mana Sekar akan melaksanakan Ijab Qabul pernikahannya. Dia dikejutkan dengan teriakkan sang ibu ketika mendapati kakak perempuannya-Kasih, yang telah bersimbah darah karena memotong urat nadi pergelangan tangannya sendiri. Selanjutnya dia dikejutkan kembali dengan kenyataan bahwa kakak perempuannya tengah hamil. Dan yang paling membuat Sekar terpukul, ketika mengetahui ayah dari bayi tersebut, tidak lain adalah calon suaminya sendiri-Dimas Aditya. Ucapan bahagia berubah menjadi bisik-bisik menjijikkan serta tatapan kasihan yang diberikan oleh sanak saudara serta para tetangga pada Sekar. Malu. Tentu saja Sekar malu, kecewa bahkan marah. Tetapi haruskah dia marah bila melihat wajah kedua orang tuanya yang telah lebih malu. Belum lagi dengan gunjingan dari kerabat dan tetangga tentang Kasih yang tega merebut calon suami adiknya sendiri. Bagaimana Sekar bisa menghadapi semuanya? Bisakah kata ikhlas dan sabar mengobati luka hatinya? Based On True Story ----- Copyright © November 2016 | Vea Aprilia | All Rights Reservered Dont copy-paste my Story.

More details
WpActionLinkContent Guidelines