Jarak
  • WpView
    Reads 5,467
  • WpVote
    Votes 127
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 5, 2023
Untuk sekedar mengenang kisahku dengannya dan menunggu titik temu setelah perpisahan itu. Cerita ini kubuat sebagai penguat hari-hariku ketika aku merindukan Ertho. Aku sebenarnya tak pernah mau merindukan dia, aku selalu ingin di dekatnya, namun kau tahu? Sepertinya semesta belum mengizinkanku untuk bertemu lagi dengannya. Kalian harus tahu, betapa rapuhnya aku saat ini namun Ertho selalu datang menguatkan, selalu ada dalam hela nafasku untuk sekedar mengucapkan "Selamat pagi." Ertho tidak seromantis lelaki di luar sana, namun aku tahu ketulusannya adalah segalanya. "Selamat menjalankan harimu dengan penuh semangat,Ertho. Aku tahu kini kita terhalang oleh jarak, tapi aku tetap mencintaimu tanpa mau berhenti." (Cover by: Mauna Lumi) - Selamat Membaca:) -
All Rights Reserved
#427
indah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Letter From Chacha (The End)
  • Fai
  • (END) HAL-HAL MANIS YANG TAK PERLU KITA ULANGI
  • When Love is Breaking
  • Terjebak Diwaktu Yang Sama
  • CERPEN (END)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Pergi yang Tak Kembali..

[Bagian dari Hidden 1) Banyak orang percaya bahwa kehilangan yang paling menyakitkan adalah kehilangan yang disebabkan oleh kematian. Namun, perlu kita renungkan, apakah orang yang telah meninggal pernah merasa bahagia selama hidupnya dan apakah kita telah melakukan sesuatu yang baik untuk mereka sebelum mereka pergi? *** Meratapi kepergian seseorang memang sudah menjadi bagian dari proses kehilangan, namun perlu kita sadari bahwa semua itu hanya sia-sia. Kita perlu belajar bagaimana cara untuk ikhlas, tersenyum, dan membuka hati untuk hari esok. Tidak ada kehidupan yang abadi, dan kita harus percaya bahwa yang indah itu adalah Surga. Jangan mencari kebahagiaan di dunia, karena seiring waktu berjalan, kita akan meninggalkan dunia. Cukup cari berkat, karena berkat adalah nyawa yang sebenarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines