Jarak
  • WpView
    LECTURAS 5,467
  • WpVote
    Votos 127
  • WpPart
    Partes 21
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, mar 5, 2023
Untuk sekedar mengenang kisahku dengannya dan menunggu titik temu setelah perpisahan itu. Cerita ini kubuat sebagai penguat hari-hariku ketika aku merindukan Ertho. Aku sebenarnya tak pernah mau merindukan dia, aku selalu ingin di dekatnya, namun kau tahu? Sepertinya semesta belum mengizinkanku untuk bertemu lagi dengannya. Kalian harus tahu, betapa rapuhnya aku saat ini namun Ertho selalu datang menguatkan, selalu ada dalam hela nafasku untuk sekedar mengucapkan "Selamat pagi." Ertho tidak seromantis lelaki di luar sana, namun aku tahu ketulusannya adalah segalanya. "Selamat menjalankan harimu dengan penuh semangat,Ertho. Aku tahu kini kita terhalang oleh jarak, tapi aku tetap mencintaimu tanpa mau berhenti." (Cover by: Mauna Lumi) - Selamat Membaca:) -
Todos los derechos reservados
#276
ldr
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • My Junior My Love ✔️
  • PHILOPHOBIA (END)
  • Sekali Lagi (End)
  • Letter From Chacha (The End)
  • CERPEN (END)
  • Kisah Aku
  • Fai
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

Tepatnya 1 tahun 8 bulan sudah akan tiba. Dimana masa-masa yang sangat sulit, hari demi hari beriringan dengan sunggingan senyum manis dihampiri dengan perasaan yang masih membekas_memar. Aku perlu tau, seakan menjadi topik pembicaraan kita tempo hari_desakku. Aku hanya perlu pahami;setidaknya masa lalu adalah gambaran yang telah usang. Tapi, masih saja kerap sekali kau jaga dari debu. Aku fikir, kau sungguh tiada berujung sedih_nyatanya pahit. Berulangkali aku sering tak sadar akan kehadiranmu; menghantui kesesakan dalam dada. Seharusnya aku sadar_membohongi diri. Sebenarnya jiwaku meronta_rapuh;tapi kakiku beku, lidahku kaku. Berbuat semauku pun tak mampu. Aku harus ceritrakan sepenggal kata ini_setidaknya pada bayanganmu, atau sebait kalimat ini ku sampaikan pada nafasmu. Aku menyerah. Ya, aku pernah menyerah dan berlabuh dihatimu karena rapuh_sama halnya sekarang aku ingin berhenti_lari dari kenyataanmu. Kau bahkan tidak mau tau tentangku_nalarku hilang. Sama persis saat aku pernah kekosongan_kau pun mengisi hariku. Bagaimana aku dapat berisyarat_bergerakpun aku tak sanggup. Aku bagai terjerat;buram;kelam. Hari ini aku akan pastikan kau tidaklah takdirku. Dimana aku bisa bebas dan terbang;melompat dan menerjang_tidaklah keingiannmu. Bermimpi tentangmu tak jua masuk dalam hariku_masih ada yang mengkait dikepalamu_aku hanya persinggahan. Ini terlalu sakit yang mendalam. Aku bisa apa? Coba jelaskan kepada selembar kertas jawabmu_mungkin aku dapati. Setidaknya kau tidak membiarkanku terjerat. Aku bisa berbuat apa dengan menjalani hubungan ini tanpa tulusmu mencintai kekuranganku. Aku tak mampu dengan keinginanmu. Aku sungguh tiada daya. Ku mohon maafkan kelemahanku. Itulah mungkin sebabnya kau masih mencari separuh yang pernah hilang dan tertinggal. Aku bersedia kau tinggalkan tanpa syarat apapun, asal titipkan salammu sebagai suatu tanda kau pernah menjadi penghias hariku_kelam. Aku bersedia_tinggalkan aku saja, mungkin itu lebih baik bagimu_kehilangan. April 2017

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido