Ventum academy merupakan sekolah sihir terbaik di benua Angin, tempat dimana mahluk-mahluk luar biasa menempuh pendidikan sihir, sudah sepatutnya Ventum di isi oleh berbagai murid berbakat, dikarenakan untuk memasukinya seseorang harus melalui seleksi yang amat ketat.
Tempat ini didomainasi oleh ras-ras yang memiliki bakat sihir sejak lahir, sebut saja ras elf, vampir, warewolf dan lain-lain, mereka di sebut ras berkasta tinggi. Di dunia ini kemampuan sejak lahir adalah segalanya, oleh sebab itu manusia tidak dapat menyaingi berbagai makhluk mitologi yang ada di dunia ini dan mereka tersingkirkan menuju kasta terendah sebagai ras manusia,ras bagi orang desa,petani,dan budak.
Triest Evelesy merupakan siswi baru sekaligus manusia pertama yang dapat memasuki Ventum academy, berbekal kemampuan sihir dan pengalaman yang ia dapatkan dari masa lalunya, dapatkah ia bersaing dengan makhluk-makhluk lain yang sering merendahkan ras-nya itu?.
(Versi remake dari cerita "Me and Demon King is Different")
Anaya berusia 23 tahun, setelah menyelesaikan pendidikannya dia akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai personal assisten dari bos cewek super perfeksionis yang super bawel, ribet dan melelahkan
"Gusti... kerja capek, gak kerja gak bisa makan.. ribet banget idup"
Saat dipertengahan jalan menuju bandara untuk perjalanan dinas, mobil yg dikendarai mengalami kecelakaan karena menghindari kendaraan yg tiba - tiba melintas didepannya.
Saat benturan dikepalanya terjadi "Tuhan... baru saja aku merasakan gaji ke 2 setelah bayar hutang. Semoga dikehidupan selanjutnya, gue hidup bergelimang harta, bersuami kaya, berbentuk cantik bak peri" lama- lama kepalanya terasa begitu berat dan semuanya gelap.
******
Dalam mimpinya banyak adegan kekerasan yg dilakukan oleh wanita cantik kepada anak- anak yg bahkan Anaya perkirakan baru berusia 2 tahun
"Ampun mama, ampun" sang anak terus menangis sambil memegang tangannya yg di cubit.
Karena tidak kuat dengan adegan dalam mimpi, Anaya berusaha membuka matanya hingga
"Duchess, Mohon ampuni saya duchess. apakah duchess sudah merasa baik, saya akan panggilkan tabib"
Dengan nyawa yang belum berkumpul ia biarkan sosok yang memakai pakaian pelayan zaman dulu itu keluar dari kamar dan ia fokus menatap sekeliling yang terasa aneh. tiba- tiba kepalanya seperti di pukul alat berat dan terasa sangat pusing, hingga kegelapan datang kembali
****
On going
Cover: pinterest