Story cover for INDIGHOST by moamoa01
INDIGHOST
  • WpView
    LECTURAS 147
  • WpVote
    Votos 33
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 147
  • WpVote
    Votos 33
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado oct 29, 2018
Gelap aku dimana apa aku sudah mati aku hanya seorang gadis kecil tanpa orangtua hanya nenek yang kupunya dan sekarang aku harus mati. Apa tuhan tidak menyayangiku membiarkan aku mati. Tuhan memang tidak menyayangiku setelah mengambil kedua orangtuaku kini dia memisahkanku dari nenekku.

Terang seberkas cahaya menerpaku apa ini apakah tuhan masih membiarkanku hidup atau waktunya malaikat membawaku ke surga atau ke neraka. Oh tidak siapa itu dia bercahaya dia semakin mendekat kepadaku.

"Bangunlah dari tidurmu hiduplah dengan kehidupan baru apa yang kamu lihat tidak semua orang melihatnya juga" ucapnya lalu pergi meninggalkan seberkas cahaya putih

"Bangun cucuku bangun nak nenek disini jangan tinggalkan nenek" ucap seorang wanita paru baya yang mencintaku dengan segenap jiwa 

"Nenek..." satu kata yang melesat dari bibir mungilku 

Disinilah kehidupan baruku berawal....
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir INDIGHOST a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#189indigo
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Penguasa Alam Ghaib cover
Our Story [TAMAT] cover
A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)  cover
The Indigo Diary (Sudah Terbit) cover
Jeritan Anak Broken Home 17+ cover
PERCAYA? [END] cover
Unseen [END] cover
Till I Meet You cover
Anastasia cover

Penguasa Alam Ghaib

80 partes Concluida Contenido adulto

Kami ingin minta kejelasan." kata dukun itu ngotot. "Kejelasan yang bagaimana?" tanyaku "Ya kejelasan apa penyebab anak ini meninggal." "Bukannya bapak ini kemarin sudah jelas?" kataku menunjuk kepada ayah anak itu. "Iya kan pak?" "Iya..." jawab pak Jo. "Tapi sekarang saya ingin lebih jelas lagi." "Bapak ini bagaimana to... kemarin sudah ku hadapkan pada dukunnya, bapak ku suruh bertanya sejelasnya lalu bapak tak mau bertanya mendetail, kemarin kan bapak sudah bicara panjang lebar dengan ruh dukunnya, sampai dukunnya juga minta maaf bapak juga sudah memaafkan, kok sekarang berubah?" "Maaf saya menyela.." kata dukun, "Saya masih tak percaya... dengan apa yang pak kyai lakukan, bisa saja itu hanya rekayasa." "Rekayasa bagaimana?" "Coba pak kyai buktikan lagi, jika itu bukan rekayasa." "Baik... aku akan ambil ruh anak bapak yang sudah meninggal, akan ku masukkan ke orang, nanti bapak tanya sendiri, kalau ndak percaya, nanti mas yang suka usil ini jangan salahkan kalau ku cabut ruhnya, ku lempar ke neraka..., atau ku pindah ke hewan." kataku yang segera minta ijin ke malaikat Isrofil untuk didatangkan ruh anak kecil yang kemarin meninggal. Namanya juga mimpi, ya aneh aneh saja. Satu menit berlalu. Dan ruhnya anak kecil yang meninggal sudah ada di dalam tubuh mediator. "Huuuu huuu.." dia menangis... . . . .PENASARAN...? .ikuti terus jalan ceritanyaa....!!!