We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
INDIGHOST

INDIGHOST

  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 12, 2018
WpInfo
Fiction
Paranormal
Gelap aku dimana apa aku sudah mati aku hanya seorang gadis kecil tanpa orangtua hanya nenek yang kupunya dan sekarang aku harus mati. Apa tuhan tidak menyayangiku membiarkan aku mati. Tuhan memang tidak menyayangiku setelah mengambil kedua orangtuaku kini dia memisahkanku dari nenekku. Terang seberkas cahaya menerpaku apa ini apakah tuhan masih membiarkanku hidup atau waktunya malaikat membawaku ke surga atau ke neraka. Oh tidak siapa itu dia bercahaya dia semakin mendekat kepadaku. "Bangunlah dari tidurmu hiduplah dengan kehidupan baru apa yang kamu lihat tidak semua orang melihatnya juga" ucapnya lalu pergi meninggalkan seberkas cahaya putih "Bangun cucuku bangun nak nenek disini jangan tinggalkan nenek" ucap seorang wanita paru baya yang mencintaku dengan segenap jiwa "Nenek..." satu kata yang melesat dari bibir mungilku Disinilah kehidupan baruku berawal....
All Rights Reserved
#643
gelap
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Flight
  • INDIGO
  • Kutukan Tumbal
  • Anastasia
  • PERCAYA? [END]
  • Where am I?
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • INDIGO! [TAMAT]
  • JeSuisLá|The End|
Flight

Kamu tau bagaimana sakit kehilangan orang tua diusia yang cukup belia?, apa kamu pernah merasakan sesaknya tidak punya siapa siapa didunia?, Pernahkah kamu merasa ketakutan seperti yang kualami saat kakak angkatku berusaha merencanakan kematianku?. Semua itu kurasakan, kualami dengan rentang waktu yang berdekatan saat usiaku bisa dibilang masih kanak kanak. Untunglah selama kesakitan itu berlangsung ada sesosok malaikat tak bersayap yang mampu memberiku pelukan hangat setiap saat. Untukmu.. Terimakasih.... Selama ini telah menjadi tempat ternyamanku untuk singgah. Menjadi tempat terbaikku untuk berkeluh kesah. Menjadi tempat pulang untuk aku yang kehilangan arah. Meski kutau jika hadirmu hanyalah sebagai tempat singgah untuk diriku yang sudah lama kehilangan rumah. Terimakasih.... Sudah menemaniku merajut mimpi yang tidak bisa kulakukan sendiri, menjadi bahu terkuat yang membantuku menghadapi rintangan bertubi tubi. Memberiku peluk hangat untuk jiwaku yang dilanda sepi dan selalu membuatku yakin jika semua yang terjadi akan bisa kulewati. Terimakasih.... Telah membantuku menyambung sayap sayapku yang patah, mengobati luka dahulu kuanggap mustahil untuk disembuhkan, menyelamatkanku dari kehidupan yang senantiasa terancam. Meski hidupmu bukanlah tentang aku, tapi hidupku bersumber dari cintamu. **<>**

More details
WpActionLinkContent Guidelines