Sajak Gadis Awam

Sajak Gadis Awam

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 29, 2018
Berisi kumpulan-kumpulan puisi yang dengan sengaja atau tidak sengaja tercipta. Bisa jadi karena perasaan yang saya alami atau sesuatu yang membuat saya teringat sesuatu yang entah apa. Lebih kepada curahan hati dan perasaan saya dari hati yang terdalam :) Selamat membaca :) semoga bermanfaat, jangan lupa vote dan komen. kritik dan saran sangat saya perlukan untuk perkembangan karya saya. Terimakasih Prof.Dr.Ir.Hj Nyi Ageng Ratna Panembahan Azirghamul Oki Oktaviani Sultan Hatun Syah Bey Kara Varavanjutapeta
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Still The Same
  • Untuk Dia Yang Tak Bisa Kusebut Namanya
  • Kesabaran Seorang Istri
  • The Upside Down World : Poets Antology (Completed)
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • Pernah Patah
  • Renjana
  • Lembut Seperti Doa
  • Tentang Sebuah Rasa [SUDAH TERBIT]
  • Goresan Tinta

WARNING!! Adults Only! Terdapat banyak kata-kata kasar dan adegan kekerasan! Mohon bijaklah memilih bacaan. ** Ketika kau dikhianati oleh dua orang yang kau percaya sekaligus, orang yang dipercaya sebagai cinta pertamamu dan seseorang yang kau yakini sebagai cinta terakhirmu. Ketika aku yakin cinta adalah hal yang paling sempurna di dunia karena menghadirkan keluarga bahagia untukku dan adikku. Tapi kenyataan menamparku dengan keras saat tahu pria yang paling aku cintai dan hormati yang seharusnya ku panggil ayah memilih wanita lain dan meninggalkan ibuku, aku dan adikku dalam kehancuran. Kami dikhianati dan dibohongi. Dan ketika semua itu belum cukup menghancurkanku. Seorang lagi yang aku anggap akan ada di sampingku selamanya dan menopangku juga melakukan hal yang sama. Dia memilih bersama anak wanita penghancur rumah tangga orang tuaku, dan meninggalkanku. Di sana lah aku merasa asing dan melihat dunia seperti bahagia berperang menghianatiku. Yang ku tahu setelahnya tidak ada yang namanya cinta, itu hanya ilusi yang diciptakan manusia untuk menciptakan dunia penuh sandiwara. Kenyataan hanya obsesi dan napsu yang berkuasa. Kalau pun cinta ada, itu hanya dimiliki oleh mereka yang lemah. Dan, Aku? aku memilih untuk tidak menjadi lemah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines