SAMAR
  • WpView
    GELESEN 866
  • WpVote
    Stimmen 79
  • WpPart
    Teile 6
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Dez. 29, 2018
Apakah kau tidak pernah sadar pernah membuatku jadi sekuat ini? Aku pernah kau kuatkan, kau pernah membuatku bangkit dari masalaluku, kau lah orangnya. Aku menyelipkan doa tiap malam supaya memang bukan salah bahwa kaulah yang Tuhan kirim. Aku mencintaimu tanpa ampun, itu dulu. Mau tau bagaimana perasaanku sekarang? Masih sama ternyata(: Benar. Aku masih tetap disini dan berandai-andai bahwa kau akan kembali. Sepercik luka yang tercipta enggan pergi dari ambang hati yang seharusnya sudah menerima kau untuk pergi. Kau memang manis di ingatan namun telalu samar untuk di kenang. Sang penulis.
Alle Rechte vorbehalten
#808
poetry
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Indonesian Poetry
  • TRAUMA!
  • Halalkan atau Tinggalkan (perjalanan hijrah)
  • Coretan Rindu
  • Bucin || Jikyu [END]
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • AFL[1] -UNVOICED [completed]
  • REYFAL
  • | About You |

Tepatnya 1 tahun 8 bulan sudah akan tiba. Dimana masa-masa yang sangat sulit, hari demi hari beriringan dengan sunggingan senyum manis dihampiri dengan perasaan yang masih membekas_memar. Aku perlu tau, seakan menjadi topik pembicaraan kita tempo hari_desakku. Aku hanya perlu pahami;setidaknya masa lalu adalah gambaran yang telah usang. Tapi, masih saja kerap sekali kau jaga dari debu. Aku fikir, kau sungguh tiada berujung sedih_nyatanya pahit. Berulangkali aku sering tak sadar akan kehadiranmu; menghantui kesesakan dalam dada. Seharusnya aku sadar_membohongi diri. Sebenarnya jiwaku meronta_rapuh;tapi kakiku beku, lidahku kaku. Berbuat semauku pun tak mampu. Aku harus ceritrakan sepenggal kata ini_setidaknya pada bayanganmu, atau sebait kalimat ini ku sampaikan pada nafasmu. Aku menyerah. Ya, aku pernah menyerah dan berlabuh dihatimu karena rapuh_sama halnya sekarang aku ingin berhenti_lari dari kenyataanmu. Kau bahkan tidak mau tau tentangku_nalarku hilang. Sama persis saat aku pernah kekosongan_kau pun mengisi hariku. Bagaimana aku dapat berisyarat_bergerakpun aku tak sanggup. Aku bagai terjerat;buram;kelam. Hari ini aku akan pastikan kau tidaklah takdirku. Dimana aku bisa bebas dan terbang;melompat dan menerjang_tidaklah keingiannmu. Bermimpi tentangmu tak jua masuk dalam hariku_masih ada yang mengkait dikepalamu_aku hanya persinggahan. Ini terlalu sakit yang mendalam. Aku bisa apa? Coba jelaskan kepada selembar kertas jawabmu_mungkin aku dapati. Setidaknya kau tidak membiarkanku terjerat. Aku bisa berbuat apa dengan menjalani hubungan ini tanpa tulusmu mencintai kekuranganku. Aku tak mampu dengan keinginanmu. Aku sungguh tiada daya. Ku mohon maafkan kelemahanku. Itulah mungkin sebabnya kau masih mencari separuh yang pernah hilang dan tertinggal. Aku bersedia kau tinggalkan tanpa syarat apapun, asal titipkan salammu sebagai suatu tanda kau pernah menjadi penghias hariku_kelam. Aku bersedia_tinggalkan aku saja, mungkin itu lebih baik bagimu_kehilangan. April 2017

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien