Story cover for Broke by meisjesunshine
Broke
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Oct 29, 2018
Hari itu aku tahu semuanya.

Rumah yang kukira hangat, ternyata jauh lebih dingin dari kutub utara. Pertengkaran ada dimana-mana. Baik pertengkaran fisik atau pertengkaran batin.

Menyisakan seorang pemuda di pojok sana. Berlutut ketakutan. Sendirian. Seorang yang kukira selalu periang, ternyata dia lebih menyedihkan dari pada diriku sendiri.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Broke to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Eliinaa by vfryfrljnvsnmtm
5 parts Complete
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
You may also like
Slide 1 of 10
Sakit 'Jiwa' (End) cover
NARARYA || END✔️ cover
Eliinaa cover
All We Want [✓] cover
365 Lembar [END] cover
Destiny ✓ cover
please stop it!! [Ending] cover
Adek Abang || END cover
Bumi ; The Hurt cover
𝐁𝐫𝐨𝐤𝐞𝐧 𝐇𝐨𝐦𝐞? {𝐄𝐍𝐃}  cover

Sakit 'Jiwa' (End)

45 parts Complete

Hinaan 'sakit jiwa' tak pernah asing terdengar di telinga Jiandra. Terlebih, perkataan tersebut selalu terlontar dari mulut ibu kandungnya. Bukan tanpa sebab hinaan tersebut diutarakan, karena Liliana Devika-sang ibu dari Jiandra, menyimpan jejak masa lalu terburuk yang pernah ia lalui sendiri. Paksaan terhadap ikhlas, puncak amarah, kebencian dan rasa lelah menyatu dalam kisah ini. Jika tertarik, baca saja. Tetapi, jika sebaliknya, tinggalkan saja akun ini tanpa meninggalkan jejak kebencian. [BELUM DIREVISI!] ❗DILARANG PLAGIAT❗ 📌 Cerita ini murni hasil pemikiran author sendiri, jika ada kesamaan dari berbagai latar, nama tokoh, alur dan sebagainya adalah murni ketidaksengajaan. Cover by: Pinterest