Rintisan Seutuh

Rintisan Seutuh

  • WpView
    Reads 1,033
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 27, 2025
"Jaga agar bunga yang sedang menguntum, mewangi dan berdiri. Abadi dalam hati, jangan layu sampai tiba waktunya". Menghubungkan kembali jalur yang telah terlalu jauh berpisah. Perlahan melangkah untuk kembali utuh. Kelima bunga dengan kisahnya, tamannya yang melindungi, dan hujannya yang mengiringi. Ratih, Anindhya, Nisita, Bulan, dan Inara. Berlabuh dengan dayungnya masing-masing, untuk kembali utuh memahami badai yang lalu.
All Rights Reserved
#33
utuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Butterfly
  • Saviendra's Family [by: revérie]
  • A Letter to My Sister
  • Tak Sejalan
  • AKU PANTAS
  • METAFORA HARSA (END)
  • SAWANG-SINAWANG
  • 𝔼𝕊𝕋𝔸𝔽𝔼𝕋 𝕋☠️𝕏𝕀ℂ [ Re-up. New version ]

"Cahaya yang Tak Pernah Padam" Cerita ini mengikuti perjalanan Aruna, seorang gadis muda yang mengidap penyakit serius, dan dinamika keluarganya yang penuh tantangan. Aruna, yang terbiasa dengan kesendirian dan ketakutan akan menjadi beban bagi keluarganya, perlahan membuka hatinya kepada dua abangnya, Leon dan Dipta. Meskipun Leon awalnya acuh, ia akhirnya mulai menunjukkan perhatian pada Aruna, berusaha menjadi saudara yang lebih baik. Namun, perjalanan mereka tak mudah. Aruna berjuang melawan rasa sakit, sementara ketakutan akan kehilangan membuatnya merasa semakin terisolasi. Dalam perjuangan ini, mereka semua harus menghadapi kenyataan pahit bahwa kesehatan Aruna semakin memburuk. Meskipun dukungan keluarga ada, perasaan takut, penyesalan, dan kehilangan terus menghantui mereka. Kepergian Aruna yang tiba-tiba meninggalkan luka mendalam pada Leon dan Dipta, yang belum sepenuhnya bisa menerima kenyataan tersebut. Ibunya pun, setelah bertahun-tahun mengabaikan keluarga karena alasan pribadi, kembali pulang, hanya untuk ikut pergi setelah mengetahui bahwa ia juga menderita penyakit yang sama dengan Aruna. Dua tahun setelah kehilangan Aruna dan ibu mereka, Leon dan Dipta berusaha menjalani hidup mereka meski masih dibayang-bayangi oleh kesedihan. Namun, mereka akhirnya menemukan cara untuk saling mendukung dan tumbuh bersama, menghadapi kehilangan dengan penuh keberanian. Di akhir cerita, saat mereka mengunjungi makam ibu dan Aruna, sebuah kupu-kupu indah terbang menghampiri mereka, memberi mereka harapan bahwa meskipun orang yang mereka cintai telah pergi, kenangan dan cinta mereka tetap hidup, abadi dalam hati dan pikiran mereka. Kupu-kupu itu menjadi simbol bahwa, meskipun perpisahan itu menyakitkan, cinta tetap ada, tak pernah padam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines