Sheily

Sheily

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 29, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Bukan menutup diri hanya saja dia tidak ingin menunjukkan diri. Bukan tidak suka berteman hanya saja dia tahu bahwa yang benar-benar teman hanya dirinya sendiri. Cuek bukan berarti tidak peduli hanya saja dia tahu kepada siapa dia harus peduli. Terkadang yang terlihat peduli sebenarnya tidak benar-benar peduli dia hanya merasa kasihan dan yang mengerti diri kita hanya kita sendiri. Sheily cewek pendiam, cuek, dingin, dan irit ngomong dia selalu bersikap dingin sama orang yang ga dia kenal deket, semua itu karena masalah orang tuanya yang selalu bertengkar. Orang yang ga mudah bergaul bahkan dia hanya punya 2 orang teman yang selalu jadi penghibur dirinya.Tapi di balik semua sifatnya itu ga banyak yang tahu bahwa dia termasuk orang yang peduli, penyayang, dan penyabar dia suka anak kecil. Kenzo terlihat cuek diluar terlihat dingin diluar tapi ga banyak yang tahu bahwa dia pria yang humoris kakak yang sangat menyayangi adik kecilnya kakak yang selalu jadi penghibur untuk adik kecilnya yang terlahir tidak normal. Disaat semua cewek terang-terangan mendekati Kenzo Sheily justru menghindarinya cewek itu selalu memasang wajah datarnya dan dia punya cara sendiri untuk mengagumi Kenzo.
All Rights Reserved
#634
cool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Let Me Love You Longer
  • Dancing for the Star [TAMAT]
  • ZAYNTASYA
  • ARDHANI [ On-going ]
  • He's My Husband [ REPUBLISH ]
  • Rasa dan Harapan
  • KENZOYA
  • TAKEN
  • mr.bean Ibrahim  End|

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines