When Our Hands Meet

When Our Hands Meet

  • WpView
    Reads 279
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadComplete Mon, Jan 21, 2019
"Aku yang selama ini disini. Kemana saja kau selama ini, tidak menyadari betapa berharganya aku?" Air mata keluar dari sudut mata Pian. "Tidak Pian. Aku tahu. Sebentar. Sebentar lagi saja. Tunggu sebentar lagi. Tetap pegang tangganku." Lia yang berkata agar Pian menggenggam tangannya, malah melepas genggaman tangan Pian dan berbalik pergi darinya, menunjukkan indahnya punggung mungilnya yang semakin lama semakin tak tampak lagi.
All Rights Reserved
#279
teenlife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mungkin? (Tamat)
  • GARIS SUNYI YANG BERTAUT
  • Ex or New? [REVISI]
  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • Bara [REVISI]
  • ELZEAN [On Going]
  • ERLANGGA (ON GOING)
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]
  • AKALA ; My heart beats for Miss

"Mungkin rasa untuknya masih ada. Tapi percayalah, bukan lagi dia yang di hatiku sekarang. Apa yang terjadi saat aku terlanjur mencintaimu? Apa itu salah? Tapi cinta tidak pernah salah." -Hasyakyla Vionetta C.- "Mungkin terlalu cepat. Saat aku terjatuh sejak pertama kali melihatmu. Aku terpana melihat senyummu. Hatiku terus bergetar saat berada di sampingmu. Tapi kamu masih saja melihatnya yang meninggalkanmu. Saat ini dia tidak lagi untukmu. Bisakah aku singgah sekarang? Atau haruskah aku menunggu lebih lama lagi?" -Abryan Marcelino- "Mungkin telah terlambat. Lalu sekarang siapa yang bisa disalahkan? Tidak ada. Cinta datang dengan sendirinya, tanpa tahu pada siapa dan untuk siapa. Sedang aku sendiri baru menyadari bahwa cinta itu datang padaku dan untukmu yang sedang mencintainya." -Ariella Callise D.-

More details
WpActionLinkContent Guidelines