Love is not Boredom

Love is not Boredom

  • WpView
    Membaca 16
  • WpVote
    Vote 11
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Okt 31, 2018
Jika cinta bisa membuatku bebas, tolong dekatkan. tapi jika cinta membuatku lebih jatuh, aku tidak ingin merasakan. - Adhita . . . . huh ... cinta itu sebuah kebosanan - Arkan Bagi Adhita cinta itu sangat penting, dia beranggapan cintalah yang akan membawanya ke cahaya yang bisa membuatnya bangkit untuk melewati jurang dalam dirinya. Tapi sayangnya dia tidak pernah merasakan cinta, tidak seorangpun yang dapat membuatnya bebas. maka dari itu dia selalu berusaha untuk mendapatkan cinta. Sangat berbeda dengan pendapat Arkan, menurutnya cinta itu sangat membosankan. cinta ... sama saja dengan penyesalan. Dia tidak butuh cinta dalam hidupnya, bagi dia sebuah kesenangan bukan hanya dari kata cinta. Tapi mau tidak mau takdir sangat berbeda ... mereka bertemu lalu membuat sebuah kisah yang didasari kata cinta. Yang penasaran tinggal baca ya ... maaf klo ceritanya bikin ngakak saking jeleknya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#668
cute
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Shadow That Fades
  • You Are [Completed]
  • Don't Hurt Me Again (TAMAT)
  • KAIREL [END]
  • Eternal; Shanka [END]
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Warna Yang Hilang
  • Angkasa [ END ]
  • RYUZIE
  • GAVILEON [END]

Ada cinta yang tumbuh seperti doa, pelan namun penuh harap. Ada rindu yang menyelinap tanpa suara, hanya terasa di dada. Cinta ini bukan tentang memiliki. Tapi tentang dua hati yang saling tahu arah tapi tak pernah sampai tujuan. Tentang seorang perempuan yang jatuh cinta, bukan karena obsesi, tapi karena hati yang tak bisa membohongi dirinya sendiri. Aruna tahu ini tak akan mudah. Ia mencintai dalam diam, dan menyadari barangkali sejak awal, ia memang ditakdirkan bukan untuk dimiliki, melainkan untuk belajar melepaskan. Mereka bertemu bukan karena takdir yang manis, tapi karena semesta ingin mereka belajar: Tentang kehilangan, tentang pengorbanan, tentang bertahan, dan akhirnya... tentang merelakan. "Kalau kamu capek, berhenti ya... Tapi jangan berhenti jadi kamu yang selalu peduli." "Tenang, aku memang bukan tempat kamu pulang, tapi aku selalu jadi rumah kalau kamu butuh diam.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan