Luka yang Tanpa Saksi

Luka yang Tanpa Saksi

  • WpView
    Reads 1,516
  • WpVote
    Votes 542
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 18, 2019
Lampu-lampu semesta seperti sengaja dimatikan, agar luka yang sedang kutanggung, sakitnya tidak tanggung-tanggung. Sebuah kumpulan prosa yang bikin kamu baper. Selamat membaca. Selamat menikmati luka ❤ Peringkat: #3 - Senandika [27-12-2018] #42 - Prosa [27-12-2018] #144 - poem [29-12-2018]
All Rights Reserved
#887
galau
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • Red
  • KIARA [End]
  • BAPER {SELESAI}
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • Just Words
  • WITH YOU | END

Dalam pusaran semesta, Naray ńa Ascella dihadapkan pada sosok laki-laki yang hadir bak angan tentang malaikat berwujud fana. Dalam keheningan dunia yang meredup, ia muncul menjadi penawar, menjadi rumah di saat semua pintu tertutup rapat. Lelaki itu membimbing Rayna menelusuri liku-liku, menuju bahagia untuk dijamah. Ia menyulam keberadaan menjadi jalan setapak yang memimpin Rayna pada lentera, pada pengharapan yang terselip di ruam-ruam gelap. Namun Rayna sadar, tiada sesuatu yang abadi. Karenanya ia tak berhenti memohon agar semesta mengulur waktu, memberi ruang bagi mereka merajut kisah yang tertunda. Rayna ingin menyambut senja, menjahit puisi-puisi rindu, dan menyusun seluruhnya untuk pria yang menyandang pusat semestanya.. El Léor Arnawama Auriga. ___________________ Hanya sebatas kisah ilusi, Terimakasih telah menikmati... ___________________ 🏆rank 1 in #sanskerta 1 in #antologi 1 in #bait 1 in #usai 1 in #prosa

More details
WpActionLinkContent Guidelines