SATU SEPATU

SATU SEPATU

  • WpView
    LECTURAS 1
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, oct 31, 2018
Pada dasarnya, bukan harus bagaimana berpikir keras merampungkan polemik-polemik yang lahir dari sudut emosi. Atau, seolah-olah berdiri di barisan paling depan sembari berteriak kencang saat menatap kekacauan. Kita hanya butuh duduk. Tukar senyum, boleh juga sesekali jual beli canda yang patut. Sudah terlalu banyak persoalan-persoalan yang belum terselesaikan. Bahkan, mungkin tak akan pernah selesai. Luka-luka tak kunjung menjumpai obatnya, keruncingan semakin runcing, keributan semakin tak dapat dikendalikan. Hal yang demikian pemicunya adalah mewabahnya kebodohan dari berbagai sektor. Kebodohan dalam menyikapi lingkungan, masyarakat, bagan-bagan kehidupan, sampai pada kebodohan menyikapi diri sendiri. Kaum tak pintar, jika bertemu dengan yang seirama akan melahirkan kebengongan tanpa solusi. Bumi ini sudah penuh dengan boomerang. Siapa yang menanam akan menelan resiko. Siapa yang memupuk, akan siap menangisi kerugiannya. Kita tinggal memilih; menantang kekuatan atau membentuk arus baru membuang diri sendiri dari lingkaran karung goni.
Todos los derechos reservados
#258
tulis
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • I Just Want to Be My Self
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI (TAMAT)
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • Protection
  • Poison Of Love
  • Rahasia Boboiboy Gempa
  • Batas-Batas Eksistensialisme
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]

Dunia memang penuh dengan drama, tipu tipu dan bisa jadi dunia terkadang ingin membuatmu tertawa lalu menangis bersamaan. Penuh fatamorgana, kamuflase, dan unpredictable. Sama seperti ketika kamu mencintai seseorang, kamu bisa jadi tiba tiba merasa kecewa, terluka, bahkan membenci. Rasa cinta, rasa sayang yang pernah ada hilang terkikis satu persatu, seperti batu karang keropos diterjang ombak laut. Mencintai seseorang itu pilihan, kita yang menentukan untuk siapa hati ini berlabuh. Terkadang perasaan sungguh mengalahkan logika hingga kamu terjebak dalam lingkaran kisah cinta yang rumit. Eh... benerkah cintanya yang rumit? Jadi keinget Mas Duta sheila on7 yang sliweran di tiktok nyanyi "Cinta itu sederhana... yang rumit itu Kamu...., mencintai mu itu mudah, yang sulit adalah membuatmu juga mencintaiku.." Drama ter*epic dalam hidup, "Beneran kamu hamil? Serius? Kamu mau gimana? Kan belum resmi bercerai? Kalau semua orang tau hubungan kita apa nggak makin rumit sayang? Coba deh di test sekali lagi yah?" "Sayang nggak mau punya anak dari aku?" "Sayang, masalahnya bukan itu, sayang tau sendiri kan kalau aku pengen banget barengan sama sayang. Tapi posisi kita yang jadi masalah" angga mencoba tenang sambil berpikir. Bagaimana aku bisa terjebak dikondisi yang sangat sulit seperti ini? Ingin aku merubah alur cerita hidupku sendiri. Ternyata aku terjebak dilingkaran ini. Aq merasakan semua kepahitan ini. Disayangi, diselingkuhi, ditinggalkan, di campakan, di bohongi, di lupakan, dan meninggalkan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido