[LOSE]
  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 2, 2018
Aqeela Kinan Dwijaya Seorang cewek biasa dengan segudang sisi misteriusnya. Yang menutupi sebuah rahasia di balik kacamatanya. Sisi ramah menutupi segala kebekuannnya. ~~~ Akara Samudera Seorang cowok biasa dengan sisi gelap yang menyengat. Senyum cerah menghangatkan aura bekunya. Sisi idiotnya merubah segalanya. ~~~ "Maaf,"ucap Aka lirih. Kinan tersenyum. "Tak apa. Aku kalah cepat dengan dia. Aku gagal merebut hatimu dan gagal meyakinkan perasaanmu." "Kinan...."Aka menghembuskan napas, menjeda kalimatnya. "Terima kasih karena sudah berusaha." Kinan mengangguk lalu tersenyum. Aka berbalik lalu melangkah pergi. "Kali ini aku kalah dengan masa lalu."Kinan menangis. ~~~ Ada apa dengan hubungan mereka? Simak kelanjutan ceritanya. Author masih amatir~~
All Rights Reserved
#454
segitiga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • ARGLADIS
  • Adek Kelas ✔ [COMPLETED]
  • Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel]
  • Admiring the silent (Triangle Love)
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Air Mata Elara
  • ARGA [Completed]

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines