We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Keep
  • WpView
    Reads 489
  • WpVote
    Votes 146
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 21, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Bagaimana aku bisa tetap mencintai laki-laki yang tiba tiba pergi? Bukankah dia bilang aku adalah rumah? Rumah adalah tempat pulang kan? Kapan dia kembali untuk pulang?" Hembusan nafas berat terdengar tepat setelah kata terakhir wanita itu terucap. Laki-laki di hadapannya berjalan mendekat, dan mendaratkan salah satu tangannya dipundak wanita itu, ia mengerti-sangat mengerti bagaimana rapuhnya wanita dihadapannya saat ini. Dengan berat hati ia berkata "dia sudah kembali, rona-kembali kepada keabadian"
All Rights Reserved
#28
keep
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Perfect Pilot
  • Mahligai Sunyi
  • RUNTUH | selesai
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Unsteady (FirstKhaotung) ✔️
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • • EUTANASIA •
  • Sweet Nothings [End]

Bagaimana setelah kau memutuskan untuk pergi? Adakah yang kau rasa berbeda setelah hari-hari kita tak menemukan tawa lagi? Ah, mungkin hanya aku yang merasakan ini seorang diri. Ya, aku telah menetapkan hati. Jika kau pergi, aku pun lari. Namun, jika kau kembali, aku pun menghampiri. -- Arka Bintang Reftara "Cinta yang semu tak akan kembali." Ya, itulah kata yang selalu aku tegaskan dalam hati. Namun, mengapa kau datang lagi? Membuatku sulit berbenah diri. -- Reina Bulan Selkasa

More details
WpActionLinkContent Guidelines