Perang Rasa di Sebuah Segitiga

Perang Rasa di Sebuah Segitiga

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 31, 2018
Semua hanya berawal dari ketidak-tahuan. Namaku adalah Talia yang ingin mengenal Risad lebih jauh hanya karena sebuah rasa, yaitu kasihan terhadap sahabatku. Aku hanya berpikir bahwa Risad bukan orang yang baik. Semua terjadi tanpa dugaan. keinginanku untuk berkenalan dengannya ternyata menjadi jembatan untuk membangun hubungan bak dua insan yang berpacaran. Rasa yang kubangun untuknya telah Risad khianati dengan begitu mudahnya. Aku tidak mengetahui hal apapun tentang hubungannya dengan Arlia, sahabatku. Aku hanya tahu bahwa Arlia adalah orang yang baik. Tanpa sepatah kata pun yang Risad keluarkan untukku sebagai tanda berakhirnya suatu hubungan, dia telah menghancurkan harapanku untuk bertahan dengannya. Mengapa aku sangat jatuh saat ini? Dan Arlia? mungkin dia tetap jadi sahabatku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Dibawah Langit Yang Retak (joongpond)
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • JANGAN PANGGIL AKU LARAS
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Maybe It's You(?)
  • Couple Youtuber
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines